Ragam Hal Unik Tradisi Budaya Kapuas

Sejarah Panjang Rumah Betang Sei Pasah Kapuas, Sejak 1806 Hingga Kini Dibuka Sebagai Objek Wisata

Rumah Betang Manggatang Utus di Sei Pasah Kecamatan Kapuas Hilir Kabupaten Kapuas memiliki sejarah panjang.

Sejarah Panjang Rumah Betang Sei Pasah Kapuas, Sejak 1806 Hingga Kini Dibuka Sebagai Objek Wisata
Dinas Kominfo Kapuas
Rumah Betang Sei Pasah, Kabupaten Kapuas 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Rumah Betang Manggatang Utus di Sei Pasah Kecamatan Kapuas Hilir Kabupaten Kapuas memiliki sejarah panjang.

Dimana Rumah Betang ini pertama kali berdiri sejak tahun 1806. Lalu sejak awal tahun 2019 tadi, Rumah Betang Sei Pasah resmi dibuka sebagai lokasi wisata bagi masyarakat.

Rumah Betang ini merupakan pembangunan kembali rumah betang yang pernah ada di sekitar lokasi tersebut. Guna mempertahankan warisan budaya agar bisa dilihat generasi mendatang.

Letaknya ada di seberang Sungai Kapuas Murung dari arah Kuala Kapuas. Rumah betang ini berjarak sekitar 200 meter dari Sungai Kapuas Murung.

Baca: Proyek Pembangunan Lapas Kotabaru Berlanjut, Kalapas Sebut Nilainya Rp16 Miliar

Baca: Kebakaran Lahan Mulai Marak di Palangkaraya, Petugas Pemadam Disiagakan

Baca: Hasil Sidang MK Sengketa Pilpres 2019 Pasangan Jokowi Maruf & Prabowo Sandi Cek di Live Kompas TV

Baca: Nasib Rumah 116 M Persembahan Song Joong Ki untuk Song Hye Kyo Setelah Resmi Gugat Cerai

Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat saat meresmikan rumah betang itu untuk dibuka sebagai lokasi wisata, Januari 2019 lalu, mengatakan bahwa Rumah Betang merupakan milik bersama yang mana itu merupakan suatu kebanggaan masyarakat.

Ia menilai bahwa betang yang ada di Sei Pasah Kabupaten Kapuas tersebut adalah betang yang unik dan antik.

"Ini adalah Betang Kebanggaan kita yang mana ini sudah melengkapi apa yang dinamakan betang jaman dulu, yang mana ini Betang yang unik dan antik dan bisa menjadi objek wisata,” ucapnya kala itu.

Baca: Tayang Lebih Awal, Hari Ini Annabelle Teror Bioskop Indonesia

Baca: Rutin Digelar, Ritual Balian Mamapas Lewu Dipercaya Bersihkan Kampung dari Hal Buruk

Ben menerangkan untuk ke depan ia berharap agar sekeliling betang dapat dikelola sehingga saat ada acara even dapat dilaksanakan di kawasan betang.

"Begitu juga dengan penjualan kerajinan setempat seperti getah nyatu serta menjadi pusat kebudayaan, tentu bisa diberdayakan," ujarnya.

Bagi yang ingin mengetahui sejarah panjang rumah betang ini bisa saksikan video berikut ini :

(Banjarmasinpost.co.id/Fadly SR)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved