Berita HSS

Wabup Prihatin Adanya Dugaan Pencemaran Sungai Amandit, Tapi Tak Bisa Lampaui Wewenang

Pencemaran sungai Amandit akibat penambangan illegal pasir dan batu bara, diakui Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad cukup mengusik jajaran Pemkab HSS.

Wabup Prihatin Adanya Dugaan Pencemaran Sungai Amandit, Tapi Tak Bisa Lampaui Wewenang
HO/Diskominfo HSS
Wabup HSS menghadiri sidang paripurna DPRD HSS dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap tiga Raperda yang diajukan Pemkab HSS 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - DUGAAN pencemaran sungai Amandit akibat penambangan illegal pasir dan batu bara, diakui Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad cukup mengusik jajaran pemerintahan.

Pihaknya pun telah melakukan koordinasi dengan kepolisian, agar melakukan tindakan terhadap pihak pelaku penambang tanpa izin, yang diduga terjadi di wilayah Malutu, Kecamatan Sungai Raya.

“Kami tak bisa melampai kewenangan. Kami sendiri sangat prihatin atas kondisi ini. Jangan dikira merasa nyaman saja dengan Sungai Amandit yang tak bersih lagi,”kata Syamsuri, dikonfirmasi, Rabu 26 Juni 2019 kemarin.

Dijelaskan, untuk mencari solusi, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi, hingga membuat surat ke Pemprov Kalsel. Pemantauan lapangan, juga telah dilakukan.

Baca: Pantau Sungai Amandit, Komisi III DPRD HSS Temukan Dugaan Pencemaran oleh Penambang Ilegal

“Hasil pemantauankami, di bagian hulu, dari atas jembatan di Karang Jawa, air masih jernih. Justru di bagian hilir yang keruh. Kalau hujan, memang ada limpahan air dari atas, yang masuk sungai Amandit,”.

Selain penambangan baru bara illegal, diduga juga akibat penambangan pasir.

“Untuk penambangan pasir, kami sudah sosialisasikan tak sampai mebuat air keruh. Posisi kami pemerintah kabupaten hanya menyampaikan. Soal penegakkan hukum ada kepolisia yang berwenang,”kata Wabup.

Mengenai respons Pemkrov Kalsel, wabup menyatakan, pihak Pemprov berjanji memberikan teguran.

Sebelumnya, Komisi III DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengakui adanyanya indikasi pencemaran sungai akibat penambangan batu bara dan pasir di wilayah hulu, yang membuat sungai amandit di bagian hilir tercemar, dengan kondisi keruh cukup pekat tiap hari.

Kondisi Sungai Amandit di Kabupaten HSS. Foto diambil dari atas jembatan Antaludin Kandangan Mei 2019 lalu
Kondisi Sungai Amandit di Kabupaten HSS. Foto diambil dari atas jembatan Antaludin Kandangan Mei 2019 lalu (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Dugaan pencemaran tersebut terpantau langsung saat komisi yang antara lain membidangi masalah lingkungan hidup melaksanakan pemantauan langsung.

Baca: Ina Sempat Tertinggal Pelantikan, Akhirnya Dikukuhkan, Gubernur Pastikan Tak Ada Jual Beli Jabatan

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved