Pilpres 2019

Belum Memenuhi Syarat, Mahkamah Agung Menolak Permohonan BPN Prabowo-Sandiaga Uno

Sementara kemarin, Mahkamah Agung (MA) juga menolak permohonan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atas keputusan Bawaslu

Belum Memenuhi Syarat, Mahkamah Agung Menolak Permohonan BPN Prabowo-Sandiaga Uno
BPost Cetak
BPost edisi cetak Jumat (28/6/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sementara kemarin, Mahkamah Agung (MA) juga menolak permohonan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atas keputusan Bawaslu ihwal adanya pelanggaran administratif di Pilpres 2019.

"Iya betul, putusan menyatakan permohonan 'tidak diterima' (niet onvankelijke verklaard)," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah, kemarin.

Putusan Mahkamah bernomor MA RI Nomor 1/P/PAP/2019 itu menyatakan 'permohonan tidak dapat diterima'.

Baca: Menyikapi Putusan MK, KPU Langsung Rapat Pleno Menentukan Proses Penetapan Paslon

Baca: Ajakan Presiden Terpilih Joko Widodo Sebelum Berangkat ke Jepang

Baca: Hakim Mementahkan 21 Butir Dalil Gugatan Pemohon Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

Baca: Kecewa, Sesuai Kesepakatan, Prabowo Subianto Menghormati Keputusan MK

Menurut Abdullah, permohonan yang diajukan BPN Prabowo-Sandi belum memenuhi syarat.

Sebelumnya, BPN mengajukan permohonan sengketa proses Pilpres 2019 ke MA, setelah permohonannya ditolak Bawaslu. Dalam permohonannya, BPN mendalilkan adanya kecurangan dalam Pilpres 2019 yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Dalam putusan tersebut, MA juga menjatuhkan hukuman terhadap pemohon untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 1 juta.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved