Berita Banjar

Sempat Gugup Goreng Telur, Laila Sukses Wakili Kalsel ke Ajang Ini

Penyandang disabilitas netra ini lolos seleksi Kemah Terpadu 2019 di SLB-C Pembina di kawasan Jalan A Yani Kilometer 20, Landasanulin, Banjarbaru.

Sempat Gugup Goreng Telur, Laila Sukses Wakili Kalsel ke Ajang Ini
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Nur Laila (ketiga kanan) ceria berpose bersama tiga rekannya bersama guru pembimbing. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Nur Laila kini kian ceria dan bersemangat. Ini setelah murid Sekolah Luar Biasa (SLB) A Negeri 3 Martapura yang baru naik ke kelas delapan ini sukses mengukir prestasi.

Penyandang disabilitas netra ini lolos seleksi Kemah Terpadu 2019 di SLB-C Pembina di kawasan Jalan A Yani Kilometer 20, Landasanulin, Banjarbaru. Kegiatan yang digelar Selasa kemarin itu diikuti pelajar SLB jenjang SD hingga SMA.

"Alhamdulillah anak didik kami, Nur Laila lolos seleksi Kemah Terpadu tingkat Provinsi Kalsel dan berhak mewakili Kalsel pada ajang serupa tingkat nasional Agustus nanti, di Bumi Perkemahan Cibubur," ucap Aan Setiawan, guru SLB-A Negeri 3 Martapura, Jumat (28/06/2019).

Lajang ini menuturkan Kemah Terpadu tersebut diikuti sekitar 130 orang peserta dan pendamping dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. SLB-A Negeri 3 Martapura mengikutkan empat orang murid.

Ada tujuh pos kegiatan yang dinilai Tim Juri. Meliputi Pentas Seni, Game Berkibar lah Benderaku, Game Mengenal Pahlawan, Pasang Bongkar Tenda. Lalu pos P3K, Kerajinan Tangan dari Barang Bekas, dan terakhir pos Memasak Bekal Sehat.

Baca: Datangkan Chef Katering di Kabupaten Banjar, Petugas BPBD Dilatih Memasak di Dapur Umum

Baca: Tidak Ingin Pembangunan Jembatan Sungai Lulut Molor, Dinas PUPR Kalsel Harapkan Ini

Baca: Sinopis Film Yesterday Ceritakan Dunia Tak Kenal The Beatles Tayang Hari ini di Bioskop

Baca: Perasaan Kevin Sanjaya pada Natasha Wilona Mantan Kekasih Verrell Bramasta Diungkap Denny Darko

Malam terakhir cukup meriah karena ada penyalaan api unggun dan pengumuman pemenang. "Ada 12 orang pemenang dari semua jenjang dan ketunaan. Nur Laila terpilih dari 12 orang pemenang itu, yang akan mewakili Kalsel," beber Aan.

Kedua belas pelakar itu lolos berdasar keaktifan dalam kegiatan, sesuai disabilitas. Jadi 12 orang tersebut ada yang tunarungu, tunanetra, tunadaksa, tunagrahita, dan autis.

Laila mengaku sangat enang bisa mengikuti kegiatan pramuka tersebut. Banyak manfaat yang ia dapat, seperti kenal banyak teman dan seru.

"Apalagi ketika menyajikan bekal sehat kemarin, saat membalik telur goreng, saya sempat gugup juga," ucap Laila.

Baca: Tantangan Raffi Ahmad untuk Nagita Slavina Agar Foto Bareng Ayu Ting Ting, Ini Jawaban Ibu Rafathar

Baca: Sifat Aneh Syahrini Saat Liburan dengan Reino Barack Terbongkar Saat Posting Toilet?

Baca: Jalan Alternatif TPA Regional Selesai Dilebarkan, PUPR Tunggu Peningkatan Jalan Dari Provinsi Kalsel

Dengan sisa penglihatan yang dimiliki, ia belajar mandiri dengan kegiatan pramuka. Termasuk mengembangkan bakatnya dalam hal memasak.

Sepintas, bola mata Laila memang tampak normal, padahal sejatinya ia tunanetra. Sama halnya dengan satu peserta lain dari SLB-A Negeri 3 Martapura, Fatimah.

"Memang matanya kelihatan normal, tapi penglihatannya terhambat Masih ada sisa penglihatan sedikit atau disebut low vision," beber Aan.

Dikatakannya, Laila memang cukup menonjol pada talenta memasak. Selain itu juga memiliki kepercayaan diri yang kuat. (banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved