Berita Kotabaru

Tak Ada Kepastian Usulan Pulau Sembilan di Kabulkan, Kadiskominfo Bilang Ini di Kementerian BUMN

Sejumlah desa wilayah Kabupaten Kotabaru, masih kesulitan untuk mendapatkan jaringan telepon terutama di wilayah Desa Maradapan dan Pulau Matasirih

Tak Ada Kepastian Usulan Pulau Sembilan di Kabulkan, Kadiskominfo Bilang Ini di Kementerian BUMN
Dari Diskominfo Kotabaru untuk BPost
Kadiskominfo Kotabaru saat di Kementerian BUMN 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Sejumlah desa wilayah Kabupaten Kotabaru, masih kesulitan untuk mendapatkan jaringan telepon terutama di wilayah Desa Maradapan dan Pulau Matasirih.

Desa yang berada di wilayah Kecamatan Pulau Sembilan ini merupakan wilayah terluar dari Provinsi Kalsel. Pulau Matasirih menjadi wilayah yang tak ada sama sekali signal telepon seluler apalagi internet (blank spot).

Dampaknya,  informasi yang ada didaerah tersebut selalu terlambat.  Warga atau petugas di sana harus keluar pulau baru bisa tembus mendapatkan jaringan. 

Pulau di sebelahnya yakni Maradapan juga hampir begitu. Namun, di Pulau ini ada satu titik yang bisa tersambung jaringan telpon.

Hanya saja, warga harus mendaki sekitar 1 KM untuk menuju titik tersebut.

Baca: Hasil Latihan Bebas (FP) 2 MotoGP Belanda 2019 Sirkuit Assen, Vinales Ke 1, Rossi & Marquez Merosot

Baca: Kalahkan FH ULM 1-5, Poliban Juara Futsal Pomda Kalsel

Baca: Kekompakan Ashanty & Aurel Hermansyah di Momen Ultah Azriel Hermansyah, Krisdayanti Tak Datang?

Baca: Sedang Promo, Ayo Nikmati Kuliner Western Hotel Sambil Lihat Sunset Matahari

Pengajuan sudah berkali-kali diajukan. Namun dari Pemerintah Pusat tak ada perhatian, tiap tahun selalu mengusulkan tetapi tak ada respon dan hanya mendapatkan harapan palsu.

Koordinasi yang terus dilakukan tentunya mengeluarkan banyak biaya tapi tak ada hasil.

Sebab itu, Dinas Kominfo Kotabaru berupaya agar wilayah Pulau Sembilan bisa mendapatkan perhatian dari Kementrian BUMN.

Kepala Dinas Kominfo H Irian Noor, bersama sejumlah Kabupaten di Kalsel datang ke Kementrian pada Kamis (27/6/19) kemarin.

Dia disambut Direktur Layanan TI Untuk Pemerintah dan Masyarakat, Danny Januar Ismawan. Namun pada pertemuan tersebut, Direktur tersebut tak bisa memastikan Kotabaru bisa dapat atau tidak, begitu juga daerah lainnya.

"Jadi mendengar jawaban dari jajaran BUMN itu, langsung saya sebut kalau kami sudah mengusulkan sejak tahun 2014, namun smpai sekarang tidak pernah dapat. Sementara kabupaten lain, selalu dapat bahkan pemekaran dari Kotabaru juga dapat, " kata Irian.

Dia juga menyebutkan langsung di hadapan seluruh perwakilan Kabupaten di Kalsel, agar BUMN bisa memastikan paling tidak satu kabupaten satu.

Baca: Bumdes Bangun Jalan ke Tempat Wisata, Ini Destinasi Wisata Menawan di Desa Madang HSS

Baca: Susun Dokumen Pengusulan Pahlawan Nasional Pangeran Hidayatullah, Tim Peneliti Ke Cianjur Jawa Barat

Baca: Imbas Melemahnya Perekonomian Masyarakat, Pendapatan PT ASDP Tak Capai Target

"Ya sudah saya sampaikan, artinya jangan sampai tidak dapat lagi, karena berulang kali di PHP Kementrian, tapi tiba-tiba dihapus lagi dan batal. Makanya kami inginkan agar paling tidak satu kabupaten satu unit bantuan VSat yang bisa menarikan signal dari satelit, " katanya.

Dia tidak meminta yang lain, tapi warga di Pulau Matasirih dan Maradapan bisa mendapatkan signal. Sebab, informasi diwilayah tersebut tidak ada jaringan dan aksesnya sangat jauh dan ekstrim melewati laut.

Jarak menuju Pulau Matasirih dari pusat Kotabaru itu menggunakan kapal nelayan bisa mencapai 17 Jam.
"Jadi jawaban dari Direktur itu, akan mencatatnya dan akan membantu daerah yang prioritas , " katanya. (Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved