Berita Banjarmasin

TAPD Kalsel dan Komisi IV DPRD Konsultasikan Aturan Anggaran Renovasi Stadion 17 Mei ke Kemendagri

Sesuai informasi di laman website LPSE Kalimantan Selatan (Kalsel), jangka waktu tender proyek pekerjaan konstruksi renovasi Stadion 17 Mei

TAPD Kalsel dan Komisi IV DPRD Konsultasikan Aturan Anggaran Renovasi Stadion 17 Mei ke Kemendagri
istimewa
Sketsa Stadion 17 Mei setelah direnovasi 4_ 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sesuai informasi di laman website LPSE Kalimantan Selatan (Kalsel), jangka waktu tender proyek pekerjaan konstruksi renovasi Stadion 17 Mei sudah selesai walaupun pemenang lelang belum secara resmi dikontrak.

Namun proyek renovasi Stadion Kebanggaan Warga Banua dengan nilai pagu anggaran Rp 13,43 miliar tersebut berisiko tak berjalan semulus harapan.

Pasalnya, sempat ada perbedaan persepsi antara Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kalsel soal anggaran renovasi.

Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel juga sempat meminta klarifikasi langsung kepada TAPD Provinsi Kalsel yang dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel, H Abdul Haris Makkie bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel, Hermansyah, Tim Bappeda dan Bakeuda Kalsel.

Baca: Komentar Tak Terduga Orang Turki Lagu Ayu Ting Ting dengan Keremcem yang Tembus 11 Juta Penonton

Baca: Ashanty dan Aurel Hermansyah Gerebek Seorang Nenek di Cinere Demi Lakukan Ini

Baca: Agar Tetap Muda Krisdayanti Gunakan DNA Salmon yang Biasa Digunakan Artis Korea

Baca: Teror Barbie Kumalasari pada Mantan Suami Bagus Saputro Hingga Blokir 3 Nomor Istri Galih Ginanjar

Baca: Syahrini Sampai Pamer Toilet Saat Liburan dengan Reino Barack, Masuk Golongan Social Climber?

H Abdul Haris mengakui kedatangan dirinya di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Kalsel, Rabu (26/6/2019) memang untuk melakukan klarifikasi terkait anggaran renovasi Stadion 17 Mei.

"Kami bahas hal terkait renovasi Stadion 17 Mei penganggarannya. Ada hal yang harus dibicarakan, tidak ada hal yang sangat krusial tapi kami lakukan klarifikasi," kata H Abdul Haris.

Atas perbedaan persepsi tersebut, Sekda menyatakan pihaknya akan mengkonsultasikan hal ini Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Untuk lebih jelasnya supaya persepsi kawan-kawan di Komisi IV dan persepsi Tim Anggaran di Eksekutif sama, kami akan konsultasikan ke Kemendagri supaya tidak ada masalah," kata Sekda Provinsi Kalsel.

Walau demikian, H Abdul Haris nyatakan pihaknya optimis persoalan tersebut tak akan mengganggu rencana dan tahapan Pemerintah untuk merenovasi Stadion markas kesebelasan Laskar Antasari tersebut.

Menurut Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Lutfi Syaifuddin, pihaknya setuju dengan TAPD Kalsel untuk konsultasikan terkait aturan alokasi anggaran.

Hal ini menurutnya penting dilakukan sebelum tahapan proyek dilanjutkan lebih jauh agar tak bermasalah dengan aturan Perundang-undangan di waktu yang akan datang.

"Ini yang ingin kami klarifikasi dan perjelas ke Kemendagri. Intinya kami mencari solusi yang betul-betul sesuai aturan dan Perundang-undangan agar tidak salahi hukum," kata Lutfi.

Pada laman website LPSE Provinsi Kalsel, proyek dengan kode tender 5018181 ini sebenarnya sudah ditetapkan pemenangnya dengan nilai tender hasil negosiasi yaitu Rp 12.719.437.000.

Sebelumnya, tender renovasi Stadion 17 Mei tersebut dimulai pada Jumat (17/5/2019) dengan kategori pekerjaan konstruksi oleh satuan kerja Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel difasilitasi LPSE Provinsi Kalsel.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved