Berita HST

Ditempatkan ke Pedalaman Meratus, Guru Ini Harus berjalan 16 Jam ke Desa Juhu, Alami Kaki Kram

Jamaludin harus merasakan sensasi perjalanan yang melelahkan ke kawasan Pegunungan Meratus menuju ke desa Juhu pada pekan lalu, Minggu (23/6/2019).

Ditempatkan ke Pedalaman Meratus, Guru Ini Harus berjalan 16 Jam ke Desa Juhu, Alami Kaki Kram
Dari Jamal untuk BPost
Guru bersama siswa SDN Juhu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Guru yang baru saja dilantik sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Jamaludin harus merasakan sensasi perjalanan yang melelahkan ke kawasan Pegunungan Meratus menuju ke desa Juhu pada pekan lalu, Minggu (23/6/2019).

Sepekan merasakan tinggal di Desa di Juhu, Jamaludin kembali ke Birayang.  Jamal pun menceritakan jika ia harus berjalan hingga 16 jam menuju ke tempatnya bertugas di Juhu.

Ia berangkat Minggu (23/6/2019) pagi, namun baru tiba di Desa Juhu Senin (24/6/2019).

"Minggu pagi berangkat pukul 07.30 Wita sampai pondok pukul 13.30 Wita setelah enam jam.Singgah di pondok bemalam karena hari hujan dan kaki kram setelah mengalami turunan di gunung kilai," ceritanya Sabtu (29/6/2019).

Perdana berjalan ke Juhu ia mengaku mengalami kram. Apalagi cuaca yang dingin.

Baca: Sajian Minuman Serba Es Rumah Makan Almaa Seafood, Ada Es Kacang Singapura yang Bikin Segar

Baca: Larangan Yuni Shara Menikah Lagi Pasca Putus dari Suami Nagita Slavina, Raffi Ahmad Terungkap

Baca: Leher Tertusuk Bilah Kayu, Bocah 5,5 Tahun Ini Masih Selamat, Begini Penjelasanya

Baca: Lounching Menu Baru, Rasakan Sensasi Pedas Ayam Krispi di Swiss Bell Hotel

"Perjalanan kami lanjutkan hari berikutnya. Totalnya 16 jam," katanya.

Jamal menceritakan jika hewan seperti lintah di hutan meratus tak semengerikan yang dibayangkan. Menurutnya, lintah yang menempel tinggal dilepas saja.

"Kalau medannya cukup melelahkan. Kalau lintah tak begitu menyeramkan," bebernya.

Pulangnya waktu lebih pendek dari berangkat. Jamal menceritakan pulang dari Juhu hanya 12 jam 30 menit. Ia menceritakan jika ia pulang setelah siswa usai melaksanakan ujian semester sejak Selasa hingga Kamis lalu.

Diceritakannya, di Juhu sudah ada sanitasi publik seperti wc dan keran air yang dibangun berasal dari dana desa.

Halaman
12
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved