Berita Banjarmasin

Ikut Lomba Mengolah Tanggui, Begini Cerita Salamah yang Sejak Kecil Tekuni Kerajinan Ini

Hari ini Sabtu (29/6/2019), puluhan ibu-ibu berlomba-lomba membuat sebuah tanggu siang di depan Panggung Bakhtiar Sanderta Taman Budaya Kalsel

Ikut Lomba Mengolah Tanggui, Begini Cerita Salamah yang Sejak Kecil Tekuni Kerajinan Ini
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Puluhan ibu-ibu berlomba-lomba membuat sebuah tanggui siang di depan Panggung Bakhtiar Sanderta Taman Budaya Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tanggui sudah sangat familiar bagi penduduk di Kalsel. Produk kerajinan ini, kerap dipakai para petani di Kalsel dan juga pedagang pasar terapung.

Hari ini Sabtu (29/6/2019), puluhan ibu-ibu berlomba-lomba membuat sebuah tanggu siang di depan Panggung Bakhtiar Sanderta Taman Budaya Kalsel.

Mereka tidak lain adalah para pengrajin tanggui, yang sedang mengikuti lomba mengolah tanggui yang dilaksanakan oleh Taman Budaya Kalsel.

Lomba tanggui sendiri merupakan salah satu rangkaian lomba dari kegiatan Gelar Pesona Budaya Banjar yang dilaksanakan selama dua hari atau hingga besok.

Baca: Ekspresi Luna Maya Saat Foto Bareng Ibu Faisal Nasimuddin, Momen Kumpul Keluarga Viral di Medsos

Baca: Begini Cara Pemuda Muhammadiyah Kalsel Perkuat Kaderisasi Internal

Baca: Link Live Streaming Kualifikasi MotoGP Belanda 2019 Sirkuit Assen, Siaran Tunda di Trans 7

Baca: Awal Juli, Satgas Karhutla Kalsel Mulai Beraksi Awasi Kebakaran

Tidak sampai satu jam, peserta pun berhasil membuat sebuah tanggui yang bahan dasarnya dari daun nipah yang sudah dikeringkan.

Setelah selesai dikerjakan, masing-masing karya para pengrajin tanggui ini pun dinilai oleh para dewan juri yang bertugas saat itu.

Salah seorang peserta yakni Salamah menerangkan bahwa membuat tanggui merupakan aktivitas yang dilakukannya sejak kecil.

"Dari kecil sudah membuat tanggui dan ini dari orangtua dan turun temurun," katanya.

Kepala Taman Budaya Kalsel, Suharyanti menerangkan lomba mengolah tanggui ini diikuti oleh sekitar 30 peserta.

"Lomba tanggui ini ada 30 peserta, dan mereka merupakan pengrajin tanggui. Dan yang menjadi penilaian juri adalah kerapiannya," katanya.

Suharyanti pun berharap lomba mengolah tanggui ini nantinya juga dilakukan dengan menghiasinya.

Baca: Tidak Ingin Jadi Sorotan Nasional, BPBD Tapin Bahas Asap Kebakaran di Bekas Lubang Tambang

Baca: Warga Pulau Sebuku Sangat Berharap, KMP Bamega Justru Lamban Beroperasi

Baca: Hasil Free Practice 3 MotoGP Belanda 2019 Sabtu (29/6) Quartararo Tercepat, Rossi 11 & Marquez ke-7

"Ke depan kalau bisa lombanya tidak hanya mengolah tanggui saja, tapi juga menghiasinya. Tentunya agar lebih memacu kreativitas para pengrajin agar bisa lebih kreatif lagi membuat tanggui sehingga menjadi lebih menarik juga tangguinya, " terangnya.

Selain lomba mengolah tanggui, hari pertama Gelar Pesona Budaya Banjar ini juga disemarakkan dengan lomba tari anak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, M Yusuf Effendi mengapresiasi kegiatan tersebut.

"Kita sangat mengapresiasi program dari Taman Budaya Kalsel ini, dan tentunya ini untuk mendorong perkembangan seni budaya di Kalsel," pungkasnya.(Frans Rumbon)

- Pemenang lomba tanggui :
Juara I : Sariyah.
Juara II : Salamah.
Juara III : Warna.
Harapan I : St Rahmah.
Harapan II : Norhaniah.
Harapan III : Hj Sumanti.

- Pemenang lomba tari anak SD :
Juara I : SDN Sungai Jingah 4.
Juara II : SDN Kandangan Utara 2.
Juara III : SDN Antasan Besar 7.
Harapan I : SDN Loktabat Utara.
Harapan II : SDN Barabai Timur 1.
Favorit : SDN Sidorejo.

Keterangan foto : suasana lomba mengolah tanggui di Taman Budaya Kalsel (foto frans)

Penulis: Frans
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved