Berita Kalteng

Dampak El Nino Ancam Kalteng Tahun 2020, Ada Laporan Kebakaran BPBD Langsung Padamkan

Siklus lima tahunan ini pernah terjadi di Kalteng tahun 2005, 2010 dan 2015 silam, kekeringan mengakibatkan kebakaran lahan marak dan kabut asap.

Dampak El Nino Ancam Kalteng Tahun 2020, Ada Laporan Kebakaran BPBD Langsung Padamkan
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (19/10/2015) masih dalam keadaan pekat, dan data ISPU menunjukkan berbahaya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Fenomena kekeringan dampak pengaruh permukaan air laut atau yang akrab disebut El Nino kuat diperkirakan akan terjadi di Kalteng dalam tahun 2020 mendatang.

Siklus lima tahunan (badai el Nino) ini pernah terjadi tahun 2005, 2010 dan 2015 silam, kekeringan mengakibatkan kebakaran lahan marak dan kabut asap di seluruh daerah.

Dampaknya, kabut asap paling parah terjadi dalam tahun 2015 yang lalu , Kota Palangkaraya diselimuti kabut asap tebal , dampak dari kebakaran lahan, bahkan asap menyebabkan sinar matahari tertutup, dan Palangkaraya menjadi warna kuning, karena kabut asap tebal menyelimuti Kota Cantik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah, Mofit Saptono Subagio, menegaskan, dalam bekerja memadamkan kebakaran lahan, pihaknya tidak hanya berpatokan pada hotspot atau titik panas.

Pasalnya, terkadang api yang membakar lahan dalam luasan kecil tidak terpantau oleh satelit, sehingga tidak terdata dalam pencatatan satelit sebagai hotspot, namun petugas atau masyarakat di lapangan bisa langsung memantaunya.

Baca: Kekeringan Parah Dampak El Nino Ancam Kalteng Tahun Depan, Kebakaran Lahan Marak di Palangkaraya

Baca: Pengawasan Tongkang Batu bara Diperketat Royalti Tambang Kalteng Meningkat, 2018 Capai Rp2 Triliun

Baca: Paling Potensial Jadi Ibu Kota RI, Kaltang Secara Historis Sudah Diwacanakan Presiden RU 1 Soekarno

Baca: Kalteng dan Kaltim Berebut Jadi Ibu Kota RI Baru, Hari ini Paparkan Keunggulan Provinsi

Ini seperti kebakaran lahan yang terjadi di Palangkaraya tanggal 26, dan 28 bulan Juni lalu, ada dua lokasi yang lahannya terbakar, yang tidak terdeteksi satelit, sehingga oleh tim pemadam kebakaran langsung dipadamkan, dan api tidak menyebar ke daerah lainnya.

Kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (19/10/2015) masih dalam keadaan pekat, dan data ISPU menunjukkan berbahaya.
Kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (19/10/2015) masih dalam keadaan pekat, dan data ISPU menunjukkan berbahaya. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Mofit yang juga adalah Mantan Wakil Wali Kota Palangkaraya ini, menegaskan, pihaknya selalu siap siaga dalam usaha memadamkan atau melakukan pencegahan kebakaran lahan yang terjadi di Kalimantan Tengah, karena semua tim pemadam kebakaran siap-siaga dalam memadamkan api.

Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya Rabu (24/09/2014) tertutup kabut asap pekat.
Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya Rabu (24/09/2014) tertutup kabut asap pekat. (banjarmasinpost.co.id/kompas.com)

Dikatakan, ada beberapa hal kendala yang mereka hadapi di lapangan, terutama saat seperti sekarang ketika hujan makin jarang mengguyur Kalteng sehingga sejumlah sumur bor yang dibangun, kurang berfungsi dengan baik karena sumber air yang kurang."Ini yang kami hadapi di lapangan," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved