Pilpres 2019

Mungkinkah Partai Gerindra Bergabung ke Pemerintahan? Begini Menurut Pengamat Politik

Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio berpendapat tidak hanya Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat

Mungkinkah Partai Gerindra Bergabung ke Pemerintahan? Begini Menurut Pengamat Politik
BPost Cetak
BPost edisi cetak Minggu (30/6/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio berpendapat tidak hanya Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat yang berpeluang bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi pasca-Pilpres 2019.

Tidak menutup kemungkinan Partai Gerindra memutuskan bergabung ke dalam pemerintahan setelah 10 tahun menjadi oposisi.

"Gerindra apakah mungkin? Itu mungkin saja terjadi. Memang tergantung Pak Prabowo. Limabelas tahun menjadi oposisi, itu tidaklah mudah," ujar Hendri saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu.

Saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono pada 2009-2014, Gerindra menempatkan diri sebagai oposisi. Demikian pula pada 2014-2019 saat pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Baca: Sanggahan Galih Ginanjar Buntut dari Hinaan pada Fairuz A Rafiq, Nama Barbie Kumala Terseret?

Baca: Sandiaga Uno Pastikan Jokowi dan Prabowo Akan Bertemu Tapi Tidak Langsung Membicarakan ini

Baca: VIRAL Kakek 92 Tahun Nikahi Nenek 79 tahun di Gunungkidul, Anak Sempat Tak Setuju

Baca: Beda dengan Luna Maya yang Enggan Tampilkan, Syahrini Lakukan Ini Saat Bersama Reino Barack

"Pasti ada kader-kader ataupun simpatisannya Gerindra yang 'dahaga'," kata Hendri.

Sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hendri memperkirakan tetap menjadi oposisi.

Menurut dia, elektabilitas PKS cenderung meningkat jika menjadi oposisi ketimbang bergabung dalam pemerintahan.

Pada Pemilu 2009, PKS mendapatkan 8.206.955 suara atau 7,88 persen.

Saat itu, PKS mendukung pasangan SBY-Boediono.

Namun, perolehan suara PKS turun menjadi 8.480.204 atau 6,79 persen pada Pemilu 2014.

Selama pemerintahan Jokowi, PKS mengambil posisi sebagai oposisi.
Suara PKS pun meningkat tajam pada Pileg 2019, yakni menjadi 11.493.663 suara atau 8,21 persen.

"Sejarahnya PKS kalau ada di luar pemerintahan itu elektabilitasnya justru naik," kata Hendri.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved