Berita Kalteng

Ditinggal Orangtuanya Keluar, WN Ditemukan Tergantung dalam Kamar

Warga yang bermukim di Jalan Gurame I, Kelurahan Bukittunggal, Kecamatan Jekanraya Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (29/6) geger setelah seoran

Ditinggal Orangtuanya Keluar, WN Ditemukan Tergantung dalam Kamar
Dari Polres Palangkaraya untuk BPost
Jasad wanita pelaku gantung diri saat di Kamar Jenazah RS Doris Sylvanus Palangkaraya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Warga yang bermukim di Jalan Gurame I, Kelurahan Bukittunggal, Kecamatan Jekanraya Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (29/6) geger setelah seorang wanita berinisial WN (28) ditemukan tewas tergantung menggunakan tali nilon di dalam kamarnya, pukul 17.00 WIB.

WN selama ini dikenal warga setempat mengalami gangguan kejiwaan, dan sebelum kejadian sempat ditinggal sendirian oleh orangtuanya di dalam rumah sendirian.

Saat kejadian, orangtua korban sedang keluar rumah menyervis televisi yang rusak.

Mereka kaget saat kembali sudah menemukan tewas tergantung di dalam kamarnya.

Melihat hal, tersebut orangtua korban, langsung berteriak minta tolong.

Dibantu tetangga, mereka menurunkan WN yang saat itu dalam keadaan tergantung.

Baca: Keburu Ketahuan, Pria ini Gagal Embat Duit Infak Masjid Noor

Baca: Sempat Kena Bogem Mentah, Pemuda ini Gagal Kabur Setelah Ketahuan Ingin Melakukan Pencurian

Baca: Wanita yang Bawa Anjing ke Masjid Diduga Alami Gangguan Jiwa, Polsi Akan Bawa ke RS Kramat Jati

Baca: Daftar Film Hollywood Tayang Juli 2019, SpiderMan Far From Home hingga Spin Off Fast And Furious

"Tali nilonnya kami potong saat warga berdatangan ke TKP," ujar orangtua korban.

Warga dan orangtua korban membawa WN ke Rumah Sakit Doris Sylvanus untuk mendapat perawatan.

Namun sayang nyawa korban tidak bisa diselamatkan, karena saat diturunkan dari gantungan di dalam kamar sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Sementara itu, petugas piket Polres Palangkaraya, Aiptu Yudi Wahyudi, dan Inafis turut ke Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangkaraya, untuk memastikan kebenaran peristiwa tersebut.

“Kami yang piket di SPKT Polres dan tim Inafis datang memastikan kebenaran laporan kasus bunuh diri tersebut, dan membawa jasadnya ke ruang jenazah agar bisa dilakukan visum. Ini penting agar kita tahu penyebab kematian korban, sehingga ada kepastian penyebab kematiannya,” terang Yudi.

Menurut dr Ricka Brillianty yang melakukan visum, menyatakan korban murni meninggal akibat jeratan tali yang diikat pada leher korban.

Dia juga menyatakan tidak terdapat tanda kekerasan pada tubuh korban.

Editor: Edinayanti
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved