Kriminalitas Tanahlaut

Insiden Ayah Kandung Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Anak, ini Penjelasan Kapolsek Tambangulang

Kasus pelecehan seksual terhadap anak kandung terjadi di satu desa pada Kecamatan Tambangulang, Sabtu (29/6/2019), malam.

Insiden Ayah Kandung Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Anak, ini Penjelasan Kapolsek Tambangulang
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Tersangka pelecehan seksual terhadap anak kandung, IS (baju hitam) didampingi Kapolsek Tambangulang, IPTU Syarwani di Polsek Tambangulang, Senin (1_7_2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kasus pelecehan seksual terhadap anak kandung terjadi di satu desa pada Kecamatan Tambangulang, Sabtu (29/6/2019), malam.

Tindakan tersebut dilakukan oleh IS (48) kepada anak perempuannya yang berusia enam belas tahun.

Dari informasi yang disampaikan oleh Kapolsek Tambangulang, IPTU Syarwani, Senin (1/7/2019), IS melakukan hubungan intim secara paksa terhadap sang anak.

Kejadian itu terjadi di rumah IS, saat menjelang pukul 23.00 wita, ketika putrinya rebahan sembari menonton TV.

IPTU Syarwani juga memberitahukan kalau IS sudah bercerai dengan istrinya sejak lama.

Baca: Tangis Fairuz A Rafiq Laporkan Galih Ginanjar ke Polisi, Pengakuan Pilu Saat Ditemani Hotman Paris

Baca: Kerupuk Ani Yudhoyono Jadi Bahasan Perbincangan SBY dan Jusuf Kalla, Ayah AHY Ungkap Fakta Ini

Baca: Baru Diungkap Billy Syahputra! Uang Tabungan Olga Syahputra Hilang Rp 1,5 Miliar, Diambil Siapa?

Baca: IS Peluk dan Lucuti Pakaian Dalam Anak Kandungnya, hingga Lakukan Perbuatan ini

Saat ini tinggal dengan satu anak perempuannya dan cucu usia 2,5 tahun.

"Kejadiannya itu sekitar pukul 23.00 wita di ruang tamu rumah IS. Pelaku tiba-tiba mendekati dan memeluk korban hingga kemudian melucuti celana korban dan memaksa untuk disetubuhi yang dilakukan sebanyak satu kali," jelas IPTU Syarwani.

Pascaadanya laporan pemerkosaan tersebut, yakni Minggu (30/6/2019) sekitar pukul 10.00 wita, pihak Polsek Tambangulang langsung mendatangi lokasi kejadian.

Mereka mengamankan tersangka agar terhindar dari amukan massa.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni celana korban, alas atau tikar yang menjadi tempat kejadian.

Halaman
12
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved