Berita Nasional

Politisi Gerindra Sebut Kecenderungan Kader Arahnya Sama, Jadi Oposisi Pasca Pilpres 2019

Perdebatan itu, apakah akan Gerindra tetap menjadi oposisi atau bergabung dengan koalisi pendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Politisi Gerindra Sebut Kecenderungan Kader Arahnya Sama, Jadi Oposisi Pasca Pilpres 2019
twitter/@sandiuno
Pasangan Capres-Cawapres 02, Prabowo-Sandiaga Uno menyampaikan pernyataan pers terkait keputusan MK_wm 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA -  Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno telah menyampaikan posisi Partai Gerindra ke depan berada di luar pemerintahan sebagai mitra penyeimbang atau oposisi pasca penetapan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019.

Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra Raden Muhammad Syafi'i tak memungkiri adanya perdebatan di antara para kader soal posisi partai pasca-Pilpres 2019.

Perdebatan itu, apakah akan Gerindra tetap menjadi oposisi atau bergabung dengan koalisi pendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Namun, Syafi'i menegaskan bahwa mayoritas para kader ingin Partai Gerindra tetap menjadi oposisi.

"Ketika kita memilih oposisi kecenderungan kader arahnya sama, memilih menjadi oposisi," ujar Syafi'i saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Baca: Sandiaga Uno Pastikan Berada di Luar Pemerintahan Jokowi-Maruf, Jadi Mitra Penyeimbang

Menurut Syafi'i, Partai Gerindra sudah terbiasa menjadi oposisi. Sehingga perdebatan mengenai arah dan sikap partai sudah semakin berkurang.

Pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono periode 2009-2014, Partai Gerindra menempatkan posisinya sebagai oposisi pemerintah.

Kemudian, pada periode 2014-2019 di bawah Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, partai yang diketuai oleh Prabowo Subianto itu kembali memilih menjadi oposisi.

Saat itu, Partai Gerindra yang mengusung Prabowo dengan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa memang kalah dalam Pemilu 2014 yang dimenangkan Jokowi-Jusuf Kalla.

"Mungkin karena sudah terbiasa jadi oposisi maka perbedaan pendapat apakah menjadi partai pendukung atau menjadi oposisi itu perdebatannya semakin berkurang," kata Syafi'i.

Baca: Jawaban Jokowi Usai Dilantik Soal Ajak Prabowo-Sandi Bergabung ke Koalisi Pemerintahan

Sebelumnya, pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio berpendapat bahwa tidak hanya PAN dan Partai Demokrat yang berpeluang bergabung dengan koalisi pendukung pasca-Pilpres 2019.

Menurut Hendri, tak menutup kemungkinan Partai Gerindra akan memutuskan bergabung ke dalam pemerintahan setelah 10 tahun menjadi oposisi.

"Gerindra apakah mungkin? itu mungkin saja terjadi. Memang tergantung Pak Prabowo, tapi 15 tahun menjadi oposisi itu tidaklah mudah," ujar Hendri saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/6/2019).

(Penulis : Kristian Erdianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Politisi Gerindra: Kecenderungan Kader Arahnya Sama, Jadi Oposisi"

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved