Berita Tabalong

Produksi Padi Meningkat, Petani Tabalong Harapkan Tambahan Mesin Pengering

Kabupaten Tabalong memiliki lahan pertanian yang luas dengan hasil produksi beras yang tinggi. Mereka berharap bantuan mesin pengering padi

Produksi Padi Meningkat, Petani Tabalong Harapkan Tambahan Mesin Pengering
Dok Humas Kodim 1002/Barabai untuk BPost Group
Ilustrasi - Kegiatan panen padi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Kabupaten Tabalong memiliki lahan pertanian yang luas dengan hasil produksi beras yang tinggi.

Beberapa tahun terakhir Kabupaten Tabalong bahkan pencapaian hasil produksi gabah melebihi target.

Sebagian besar petani masih menggunakan cara sederhana untuk mebgeringkan gabah yang telah dipanen. Gabah yang kering bisa disimpan dalam waktu lama dan tidak merusak kualitas beras.

Karena pengeringan gabah menjadi salah satu proses penting dalam penyimpanan gabah. Sebagian warga menggunakan halaman untuk menjemur padi namun taknsedikit juga yang menggunakan bahu jalan untuk mengeringkan gabah.

Kepala Dinas Pertanian Johan Effendi mengatakan Pemerintah daerah telah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan pengering padi.

Baca: Tim SMPN Salam Babaris Juara Gala Siswa Indonesia tingkat Kabupaten Tapin

Baca: Respons Galih Ginanjar Saat Didatangi Sonny Septian, Tak Segarang Saat Hina Fairuz A Rafiq?

Baca: Momen Harganas Bikin Pengelola Hotel di Banjarbaru Senang, Hunian Kamar Meningkat

Baca: 6 Model Cilik Banjarbaru Berjaya di Jakarta

"Sebelumnya sudah mendapatkan dua unit mesin pengering padi yang diserahkan ke Kelompok tani di Kecamatan Masingai dan Muara Uya," ujarnya.

Diharapkan bantuan dari Pemerintah ousat ini bisa didapatkan kembali dan membantu warga dalam mengeringkan gabah. Sehingga tidak ada lagi petani yang menggunakan bahu jalan untuk menjemur padi.

Menjemur padi dengan mebggunakan bahu jalan juga membahayakan pengguna jalan. Jika hanya sedikit mungkin masih bisa ditoleransi namun ada juga warga yabg bahkan menggunakan bahu jalan hampir separu jalan.

"Untuk program lantai jemur padi memang belum ada, namun petani diharapkan bisa bijak dalam penggunaan bahu jalan untuk menjemur padi jangan sampai sangat mengganggu pengguna jalan," ujarnya.

Dinas Pertanian juga memberikan ketersediaan sarana bagiboara petani seperti pintu air. Seperti pembangunan pintu air di Desa Masingai Kecamatan Upau.

Dengan bantuan pintu air petani bisa mengatur keluar masuk air selama proses tanam padi.

"Meskipun produksi padi sudah surplus namun tetap hars ditingkatkan agar bisa memperluas jangkauan distribusi beras asal Tabalong," ungkapnya.

 Banyak bantuan yang diberikan kepada petani, sarana pertanian seperti pintu air setiap tahun dilakukan. Penerima bantuan diberikan kepada desa yang telah mengajukan permohonan dan dinilai membutuhkan bantuan tersebut. Bantuan fisik lain seperti embung desa dan DAM sebagai tempat penampungan air.

Baca: Embat Sepeda Motor Saat Kebakaran dI HSU, Ulah Pria Ini Ketahuan Saat Tertangkap di Kalteng

Baca: Kemarahan Barbie Kumalasari pada Hotman Paris Setelah Pelaporan Galih Ginanjar oleh Fairuz A Rafiq

Baca: Cegah Karhutla di Banjarbaru, BPBD Maksimalkan Relawan Masyarakat Peduli Api

Sehingga saat musim kemarau petani tetap mendapat pasokan air untuk mengairi lahan persawahan. Salahsatu desa yang mendapatkan bantuan embung adalah Desa Nawin sedangkan pembangunan DAM berada di Desa Masingai.

 "Dengan peningkatan bantuan pertanian diharapkan semua lahan pertanian bisa tanam padi sebanyak tiga kali dalam satu tahun," ujarnya.

 Diketahui pada tahun 2018 produksi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai 140.222 ton, ketersediaan beras 87.975 ton dan kebutuhan beras 30.861 ton.

Untuk ketersediaan gabah surplus 57.114 ton dan dijual keluar daerah untuk meningkatkan perekonomian para petani. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved