Berita Kabupaten Banjar

Tim Apresal Kabupaten Banjar Sudah Turun, Hitung Nilai Ganti Rugi Pembangunan Jembatan Sungailulut

Dinas PUPR Kabupaten Banjar terus mendorong tahapan pengadaan tanah dan bangunan yang terkena untuk pembangunan jembatan Sungailulut

Tim Apresal Kabupaten Banjar Sudah Turun, Hitung Nilai Ganti Rugi Pembangunan Jembatan Sungailulut
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Banjar, M Solhan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Berbeda dengan Pemko Banjarmasin yang sudah tuntas membebaskan lahan untuk pembangunan jembatan Sungailulut, Pemkab Banjar melalui Dinas PUPR Banjar terus menggenjot penyelesaian lahan yang akan digunakan untuk membangun jembatan yang menghubungkan Banjarmasin dengan Kabupaten Banjar. Tim Apresal sudah melakukan penilaian ke lapangan.

“Kami tidak berani sembarangan membayarkan ganti rugi sebelum tim apresal sudah selesai, mereka pada Kamis atau Jumat kemarin sudah ke lapangan. Selanjutnya BPN Banjar membuat peta bidang, dan kami sudah mengirimkan surat kepada BPN,” kata Kabid Bina Marga Dinas PUPR Banjar, M Solhan, Senin (1/7).

Solhan menegaskan, Dinas PUPR Kabupaten Banjar terus mendorong tahapan pengadaan tanah dan bangunan yang terkena untuk pembangunan jembatan Sungailulut yang merupakan wilayah Kabupaten Banjar. Saat ini diakuinya untuk pembebasan lahannya belum rampung seratus persen.

Baca: Jembatan Sungai Lulut Bulan Depan Mulai Dibangun, Nilai Proyek Capai Rp 19,5 Miliar

Dia menjelaskan, sebenarnya hal itu tidaklah jadi hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan jembatan tersebut, hanya ada penyesuain jadwal pelaksanaan pekerjaan jembatan Sungailulut yang perlu disesuaikan. Ditegaskannya, saat ini tidaklah ada kendala dalam melaksanakan tahapan-tahapan pembebasan lahan, hanya waktunya saja yang harus melalui tahapan proses.

Menurut Solhan, karena kalau masyarakat yang terkena sudah setuju saja dan kepastian penilaian ada dan sepakat, tidak masalah dengan jadwal dalam pembangunan jembatan. Kembali dirinya menegaskan akan memacu proses tahapan pengadaan tanah dan bangunan yang terkena, hingga proses pembangunan jembatan tersebut bisa lancar dan sesuai target yang diharapkan.

Adapun lahan yang dibebaskan berdasarkan kepemilikan bangunan yakni bernama H Muhammad, Yusrianto, H Yusran dan H Adriansyah. Kemudian ada lagi dua bukti kepemilikan bangunan diatas tanah negara, yakni bernama Hj Halimah berupa dua buah toko, dan H Budiansyah berupa dua tingkat toko yang juga dijadikannya tempat tinggal.

Baca: Tidak Ingin Pembangunan Jembatan Sungai Lulut Molor, Dinas PUPR Kalsel Harapkan Ini

Dana yang disediakan untuk pembebasan lahan tersebut Rp 1.500.000.000. Namun rencana ada penambahan di APBD-P sesuai kekurangan yang dihitung oleh penilai nantinya. Besaran ganti rugi masih belum karena masih proses pada tahap penilaian oleh Apreisal dan pengukuran oleh BPN Kabupaten Banjar.

Dinas PUPR Kabupaten Banjar lanjut Solhan bertugas hanya pada pengelolaan untuk memfasilitasi proses-proses tahapan pengadaan atau ganti rugi tanah atau bangunan sesuai ketentuan. Memfasilitasi penilaian oleh Apreisal dan memfasilitasi pengukuran atau peta bidang oleh BPN yang diperlukan sebagai dasar penentuan luasan yang akan diganti rugi.

Kemacetan kerap terjadi di jembatan Sungai Lulut
Kemacetan kerap terjadi di jembatan Sungai Lulut (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Pihaknya pun mengharapkan proses ini bisa secepatnya selesai, namun semua tergantung dari tim Apresal dan tim dari BPN Kabupaten Banjar. Sedangkan proyek pembangunan jembatannya, merupakan kewenangan Dinas PUPR Provinsi Kalsel.

Terpisah, Kepala BPN Banjar, Amran Simatupang membenarkan, surat dari PUPR Kabupaten Banjar. Pihaknya mengerjakan sesuai rencana yang telah dibuat, yakni pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan sungailulut.

Baca: Rumah dan Usaha Nur Ain di Bantaran Sungai Lulut Diganti Rp 175 Juta untuk Pembebasan Lahan

"Ya kami kerjakan sesuai rencana yang telah mereka buat. BPN Banjar hanya melakukan identifikasi dan pengukuran tanah-tanah yang terkena pembebasan, nantinya data tersebut kami berikan kepada panitia," jelasnya.

Amran menambahkan, dirinya masih menunggu laporan anggota yang melakukan pengukuran. Namun semua sedang direncanakan. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved