Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif Bhabinkamtibas Pulau Sembilan : Harus Sewa Perahu Nelayan Saat Patroli

Berikut wawancara eksklusif BPost de­ngan Brigadir Nugraha Dwiputra, Bhabinkamtibmas Desa Labuan Barat, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru.

Wawancara Eksklusif Bhabinkamtibas Pulau Sembilan : Harus Sewa Perahu Nelayan Saat Patroli
ist/brigadir nugraha
Brigadir Nugraha Dwiputra, Jabatan Bhaninkamtibmas Desa Labuan Barat Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru menyambangi warga. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - HARI ini tanggal 1 Juli, diperingati sebagai Hari Bhayangkara. Di usia yang ke-73 tahun, sudah banyak yang mereka lakukan demi negeri ini, namun banyak juga kisah dari para bhayangkara yang sering terlupakan.

Berikut wawancara eksklusif BPost de­ngan Brigadir Nugraha Dwiputra, Bhabinkamtibmas Desa Labuan Barat, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru. Salah seorang Bhayangkara yang bertugas di wilayah terpencil Kalimantan Selatan.

Selamat Hari Bhayangkara. Bagaimana kabarnya?
Terima kasih, alhamdulillah baik.

Sudah berapa lama tugas di tempat ini?
Alhamdulillah, bertugas baru 2 tahun di Polres Kotabaru tepatnya di Pulau Sembilan.

Berada di daerah pelosok, selain melakukan tugas rutin sebagai anggota Polri, adakah tugas sosial yang dilakukan?
Iya. Baksos membantu warga tidak mampu, bantuan ke masjid-masjid, gotong royong, dan tugas-tugas rutin lainnya.

Pengalaman apa yang paling menarik selama bertugas di daerah ini?
Pengalaman paling menarik pada saat melaksanakan tugas patroli ke desa-desa. Kami menggunakan perahu nelayan mesin dumping de­ngan sistem sewa, di tengah perjalanan tiba-tiba hujan lebat dan akhirnya pakaian basah semua. Namun semua itu tidak menyurutkan semangat kami untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami.

Selama ini rutin, tugas patroli ke desa-desa seberang yakni Desa Maradapan, Desa Matasirih dan Desa Labuan Barat. Itu dilaksanakan tidak cukup satu hari pulang pergi. Sebab, jarak antara desa Maradapan dengan desa lainnya dipisahkan oleh pulau-pulau sehingga kami harus menginap di desa-desa tersebut, dan Alhamdulillah warga masyarakat kecamatan Pulau Sembilan sangat ramah dan bersahabat. Mereka me­nyambut kehadiran kami de­ngan penuh kehangatan.

Kendala yang sangat dirasakan adalah tidak adanya aliran listrik maupun pembangkit di Pulau Maradapan dan Pulau Matasirih sehingga kami disana hanya me­ngandalkan mesin dumping untuk penerangan pada saat malam hari saja.

Tidak adanya jaringan seluler di Pulau Matasirih karena terlampau sangat jauh dari kecamatan sehingga berdampak dengan terlambat informasi jika ada kejadian musibah contohnya kasus illegal fishing atau seperti bencana alam di bulan Mei yang lalu. Oleh karena itu, kami anggota polsek Pulau Sembilan secara rutin turun langsung ke desa-desa seberang untuk mendata­ngi masyarakat memberikan pelayanan, mendata keluhan atau pun kejadian-kejadian yang terjadi di tengah masya­rakat.

Bagaiamana tingkat kriminal di daerah ini dan terbanyak kasus apa?
Aman terkendali. Cuma yang paling rawan adalah illegal fishing

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved