B Focus Economic

Ditinggal Pindah Para Barberman, Barbershop ini Berhenti Beroperasi

SELAIN kualitas layanan, bisnis barbershop tidak terlepas dari kualitas dan kuantitas barberman agar tetap eksis untuk melayani kebutuhan mode rambut

Editor: Eka Dinayanti
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Selasa (02/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - SELAIN kualitas layanan, bisnis barbershop tidak terlepas dari kualitas dan kuantitas barberman agar tetap eksis untuk melayani kebutuhan mode rambut pelanggan.

Kurangnya tenaga barberman, menjadi faktor tutupnya BIP Barbershop yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Banjarmasin.

Sejak berdiri pada 2012 lalu, dua barbershop milik Syafrudin tersebut tidak beroperasi lagi sejak 2018.

"Kami sebenarnya memiliki barberman yang berkualitas, saya datangkan dari luar daerah semua, ada dari Palembang, Makassar, Bali, Jakarta, dan Garut. Namun, beberapa tahun kemudian, para barberman tersebut pindah ke barbershop yang lain sedikit demi sedikit hingga kami kekurangan tenaga," jelas Syafrudin.

Padahal, diakuinya beragam fasilitas telah diberikan kepada para barberman mulai dari tempat tinggal, gaji, dan insentif.

Baca: Tak Sekedar Pangkas Rambut, Barbershop yang Masih Eksis ini Menawarkan Layanan Lebih Lengkap

Baca: Perangai Barbie Kumalasari Dibongkar Mantan Suami Pasca Galih Ginanjar Lecehkan Fairuz A Rafiq

Baca: Sinopsis Film Spider-Man Far From Home, Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 3 Juli 2019

Baca: Permusuhan Hotman Paris dan Ayu Ting Ting Gara-gara Enji Baskoro Diakui, Masih Berlaku Sampai Kini?

Keseriusan dari segi konsep tempat pun telah dilakukan Syafrudin, bertema vintage dan minimalis, free WiFi, dan banyaknya tempat duduk yang disediakan demi menarik pelanggan.

Setelah sempat tutup kurang dari satu tahun, BIP Barbershop bakal beroperasi kembali.

"Saya sudah berkomunikasi dengan barberman Samarinda, setelah urusannya di sana selesai, maka langsung kami buka kembali barbershopnya," kata dia.

Menurutnya, akan ada kenaikan harga dari beberapa tahun lalu yang berkisar Rp 35.000, pada saat beroperasi kembali nantinya akan dibanderol seharga Rp 40.000.

"Dari segi keuntungan, rasionya nanti akan lebih besar barberman daripada owner, sekitar 60:40 untuk barberman," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved