Kebakaran Lahan

Kemarau, Ancaman Karhutla Mulai Terjadi, Api Melumat 1,5 Hektare Lahandi Kabupaten ini

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada Minggu (30/6) sekitar 21.30 Wita dilaporkan ada kebakaran lahan di Desa Bumi Jaya

Kemarau, Ancaman Karhutla Mulai Terjadi, Api Melumat 1,5 Hektare Lahandi Kabupaten ini
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Selasa (02/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Waspada. Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sudah mulai terjadi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada Minggu (30/6) sekitar 21.30 Wita dilaporkan ada kebakaran lahan di Desa Bumi Jaya, RT 11, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut.

Dari laporan itu api melumat lahan di Areal Penggunaan Lain (APL) dengan luas lahan 1,5 hektare.

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan itu langsung dipadamkan oleh TRC BPBD Tanah Laut dan Satpol PP dan Damkar Tanah Laut.

Kepala Pelaksana BPBD Wahyuddin menjelaskan untuk Tanahlaut masuk dari satu dari lima daerah yang rawan akan terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Memasuki musim kemarau, titik api pun sudah mulai bermunculan.

Selain Tanah Laut, kata Wahyuddin, juga ada Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tapin.

Baca: Pria Jombang Ini Curi Obat HIV Senilai Rp 75 Juta, Gara-gara Diputus Cinta Pasangan Gay-nya

Baca: Putus? Elvia Cerolline Unfollow Billy Syahputra Dibongkar Uya Kuya, Sempat Akui Ini ke Raffi Ahmad

Baca: Sinopsis Film Spider-Man Far From Home, Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 3 Juli 2019

Baca: Jokowi Blak-blakan soal Menteri dari Profesional atau Parpol, Tetap Buka Pintu Parpol Oposisi

Dapat diketahui, dari tahun ke tahun lahan yang terbakar rata-rata di lahan Areal Penggunaan Lain (APL) atau lahan tidur non produktif yang diketahui semak belukar.

Termasuk salah satunya di Guntung Damar Banjarbaru yang menjadi langganan Karhutla tiap tahunnya.

Oleh Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, diminta untuk kepada pemangku wilayah dan kepentingan di kebakaran hutan dan lahan-lahan itu harus dialihkan ke areal produktif.

Menurut Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin, untuk seputaran areal bandara menjadi fokus bersama, termasuk di Guntung Damar Banjarbaru.

"Ada rencana yakni dengan mengubah areal tidur itu dengan areal perkebunan. Ya Pak Gubernur mengarahkan demikian, dengan harapan agar kawasan itu dirawat. Jika digunakan kebun maka otomatis akan dirawat oleh si pengelola kebunnya," kata dia.

Dijelaskan Wahyuddin, selain difokuskan ke penanganan Bandara ke depannya, juga ada beberapa strategi penanganan karhutla yakni dengan membentuk satgas.

Sementara itu, Communication dan Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra menjelaskan, terkait antisipasi kebakaran hutan sesuai kapasitas pihaknya, yang perlu diantisipasi adalah penumpukan penumpang kalau terjadi penundaan penerbangan.

"Terus kita kan juga aktif berpartisipasi dalam pemadaman kalau kebakaran itu terjadi dekat dengan bandara. Ada ikut dalam satgas personel PK dan avsec," kata Aditya Putra.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved