Kriminalitas Kalteng

Saksi Mendengar Teriakan Minta Tolong, Tak Lama Pelaku Keluar dengan Kapak Berlumur Darah

Kejadian mengerikan menimpa seorang karyawan perkebunan besar swasta (PBS) kebun kelapa sawit di mes karyawan Afdeling 88 blok H. 40 PT Wana Sawit

Saksi Mendengar Teriakan Minta Tolong, Tak Lama Pelaku Keluar dengan Kapak Berlumur Darah
Istimewa/Polsek Hanau
Tempat kejadian pembunuhan karyawan PT WSL Seruyan, Kalteng. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAPEMBUANG - Kejadian mengerikan menimpa seorang karyawan perkebunan besar swasta (PBS) kebun kelapa sawit di mes karyawan Afdeling 88 blok H. 40 PT Wana Sawit Lestari (WSL) 1 Dusun Natai Tabuk, Desa Pembuang Hulu 1, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (30/6) siang.

Toni Hermawan, lelaki asal Pandegelang, Banten, ditemukan tewas di atas kasur dalam mes perusahaan, akibat serangan membabibuta Yunus (39), yang tak lain rekan kerjanya.

Senin (1/7), polisi masih melakukan pendalaman kasus penganiayaan hingga berakhir pada pembunuhan terhadap Toni yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan polisi antara lain, satu buah senjata tajam jenis kapak yang gagangnya terbuat dari kayu warna hitam, satu buah bantal kapuk yang ada noda darahnya, satu buah kaus warna hitam yang ada noda darah, satu buah celana pendek motif kotak-kotak warna cokelat dan sebuah ikat pinggang warna hitam.

Baca: Bukannya Menolong Korban Kebakaran, Lelaki Asal Amuntai ini Malah Mencuri Sepeda Motor

Baca: Kebingungan Ashanty Digugat Rp 9,4 Miliar oleh Rekan Bisnisnya, Istri Anang Hermansyah Sebut Ini

Baca: Aksi Penyamaran Anggota Satresnarkoba Polres HSU Ungkap Peredaran Sabu di Amuntai Tengah

Baca: Sempat Dibahas Maia Estianty, Luna Maya Akhirnya Bongkar Wanita yang Dekat Faisal Nasimuddin

Kapolres Seruyan, AKBP Ramon Zamora Ginting, mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan penyidikan terhadap pelaku pembunuhan karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut untuk mengungkap motif pembunuhan.

"Kasusnya masih kami dalami, pelakunya sudah diamankan," ujarnya singkat.

Sementara itu, keterangan salah satu saksi bernama Harno kepada polisi, meyebutkan, dia melihat pelaku Yunus, berlari dari arah ujung jalan perumahan atau mes karyawan di blok H40 dengan membawa kampak dengan beringas mencari seseseorang ke arah rumah yang ditinggali korban.

Melihat gelagat yang seperti itu, sebenarnya Harno berusaha mencegahnya, namun sayangnya saat itu pelaku atau Yunus lebih cepat larinya sehingga tidak bisa diikuti, pelaku masuk ke dalam kamar korban.

”Saya mendengar suara teriakan korban minta tolong, dari dalam rumah yang ditinggalinya di dalam kamar ternyata dia dianiaya pelaku," ujarnya.

Harno mengatakan, dia sempat berlari mendatangi kamar korban atau ke arah suara yang minta tolong tersebut dan sempat berada di depan kamar korban.

Namun pelaku, tiba-tiba keluar dari dalam kamar rumah dengan membawa kapak yang berlumur darah.

"Saat keluar kamar, kampaknya sudah berlumuran darah usai pelaku melakukan penganiayaan hingga korban tewas," ujarnya.

Harno bersama Idi Sukedi juga karyawan lainnya, memegangi tubuh pelaku dengan cara merangkulnya, sehingga spontan pelaku membuang kapaknya ke arah semak disamping rumah korban.

"Kami langsung amankan pelaku Yunus, dan membawanya ke mess," ujarnya.

Sedangkan, korban saat itu dalam keadaan berlumuran darah lalu di bawa ke Polibun PT WSL I, kondisi korban parah sehingga langsung di bawa ke rumah sakit di Pangkalanbun.

Namun karena kondisi korban terus memburuk dan darah berkas penganiayaan terus keluar, sehingga korban meninggal dunia dalam perjalanan.

Kondisi luka-luka korban robek pada kepala bagian dahi, luka robek pada tangan sebelah kiri bagian lengan, sedangkan darah terus mengucur dari lubang luka.

Sesaat setelah itu petugas keamanan setempat membawa pelaku ke Polsek Hanau untuk di proses sesuai hukum yang berlaku terhadap pelaku.

Editor: Edinayanti
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved