Berita Banjarmasin

Tak Hanya Terapkan Sistem Zonasi, Dewan Juga Minta Dilakukan Pemerataan Kualitas Sekolah

Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Lutfi Syaifuddin menilai masih ada hal yang wajib diperbaiki dalam sistem zonasi tersebut.

Tak Hanya Terapkan Sistem Zonasi, Dewan Juga Minta Dilakukan Pemerataan Kualitas Sekolah
banjarmasinpost.co.id/ achmad maudhody
Lutfi Syaifuddin, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru di Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menangah Akhir (SMA) dengan sistem zonasi sebagai upaya meratakan sebaran peserta didik.

Namun Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Lutfi Syaifuddin menilai masih ada hal yang wajib diperbaiki dalam sistem zonasi tersebut.

Menurut Lutfi, selain upaya pemerataan sebaran siswa, namun Pemerintah Provinsi Kalsel juga wajib berupaya lebih keras menyamaratakan sebaran jumlah dan kualitas sumber daya manusia (SDM) termasuk tenaga pengajar di SMA-SMA di dua Kota ini.

Selain SDM, saran dan prasarana di setiap sekolah penyelenggara PPDB bersistem zonasi juga sebaiknya tidak timpang.

Baca: Sukamta Sampaikan Rencananya ke Gubernur, Jadikan Lahan Pascatambang Sebagai Kandang Sapi

Baca: Alasan Peyek Cetar Syahrini Harga 200 Ribu Setengah Toples Diungkap Ipar Reino Barack, Aisyahrani

Baca: Jadwal Timnas Indonesia U-18 di Piala AFF U-18 2019, Terhindar Satu Grup dengan Thailand & Malaysia

Baca: Bersama Ribuan Warga Wali Kota Banjarbaru Hadiri Haul Syarifah Badrun Di Cempaka

Hal ini menurutnya penting agar seluruh peserta didik bisa mendapatkan kualitas pendidikan yang sama dimanapun mereka bersekolah dengan sistem PPDB zonasi.

Ia juga meminta Pemerintah memperhatikan siswa-siswi yang berdomisili di dekat perbatasan area zonasi yang menurutnya tak sedikit justru harus mendaftar ke sekolah yang jaraknya lebih jauh.

Jarak tempuh yang jauh ke sekolah dinilai bisa mengganggu konsentrasi belajar dan meningkatkan resiko juga karena harus menempuh jarak cukup jauh setiap harinya untuk ke sekolah.

Karena itu, menurutnya harus ada aturan yang lebih fleksibel terkait PPDB bersistem zonasi. Lebih khusus di Kota Banjarmasin, Lutfi menilai saat ini cukup banyak sekolah yang terkonsentrasi di kawasan Banjarmasin Tengah.

Padahal, arah pertumbuhan penduduk di Kota Seribu Sungai ini menurutnya cenderung mengarah ke Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Selatan.

Baca: Saat Diskrining, 63 Calhaj Kalsel Ditemukan Beresiko Tinggi, Ini Penjelasan Kadinkes Kalsel

Baca: Calon Sekda Banjar ini Berobsesi Terapkan Digitalisasi Pemerintahan

"Kami harap aturan lebih fleksibel, karena kita melihat kondisi di daerah kita penyebaran SMA belum merata," kata Lutfi.

Aturan dalam PPDB sistem zonasi menurutnya juga harus terus dievaluasi mempertimbangkan keadaan riil di masing-masing daerah termasuk di Kalsel.

Pasalnya menurut Politisi Gerindra ini, memasuki hari kedua PPDB sistem zonasi di Kalsel, masih cukup banyak orang tua yang sampaikan keluhannya terhadap sistem ini tanpa mendapatkan jalan keluar yang akomodir pihak orang tua maupun aturan zonasi. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved