Tak Selalu Buruk, Penelitian Ungkap WhatsApp Baik untuk Kesehatan Mental, ini Alasannya

Aplikasi chatting WhatsApp dan media sosial lainnya mungkin tak memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan, seperti yang selama ini diperkirakan.

Tak Selalu Buruk, Penelitian Ungkap WhatsApp Baik untuk Kesehatan Mental, ini Alasannya
whatsappsociety.com
Ilustrasi WhatsApp Grup 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Aplikasi chatting WhatsApp dan media sosial lainnya mungkin tak memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan, seperti yang selama ini diperkirakan.

Setidaknya sebuah hasil penelitian di Edge Hill University menemukan, menghabiskan waktu berinteraksi dengan teman dan keluarga lewat WA, ternyata baik untuk kesehatan psikologis seseorang.

Mereka yang menghabiskan lebih banyak waktu lewat aplikasi chatting populer itu memiliki tingkat harga diri yang lebih tinggi, dengan perasaan kesepian yang tereduksi.

"Ada banyak perdebatan tentang apakah menghabiskan waktu di media sosial itu buruk untuk kesejahteraan kita," ucap Dr Linda Kaye, dosen senior psikologi di Edge Hill University.

Baca: Dewi Perssik Jadi Tersangka Atas Laporan Rosa Meldianti, Keponakan Depe Itu Lalu Sesumbar Begini

Baca: Ancaman Ussy Sulistiawaty ke Cewek yang Mau Selingkuhi Andhika Pratama, Ariel Tatum Disebut di Video

Baca: Penampakan Memprihatinkan Rumah Ahmad Dhani dan Mulan Jameela di Pondok Indah Jadi Sorotan

Baca: Berpakaian Serba Putih, Ani Yudhoyono Datangi Adik Aliya Rajasa Lewat Mimpi, Istri SBY Katakan Ini

Namun, Kaye mengatakan, riset ini telah membuktikan media sosial tak seburuk yang selama ini dipikirkan.

"Semakin banyak waktu yang dihabiskan orang di WhatsApp, semakin banyak interaksi yang mereka lakukan dan membuat mereka merasa dekat dengan teman dan keluarga," ucap dia.

Bahkan, hubungan yang terjalin erat berkat WA pun dianggap memiliki kualitas yang baik.

Studi sebelumnya telah menemukan media sosial dapat merusak kesehatan mental seseorang, terutama aplikasi seperti Facebook, Instagram, dan Snapchat.

Riset 2016 dari University of Copenhagen menemukan penggunaan Facebook mengarah pada apa yang oleh para peneliti disebut "kecemburuan Facebook".

Fenemona ini merupakan kecenderungan untuk merasa cemburu pada kehidupan orang lain dari melihat unggahan mereka di platform media sosial Facebook.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved