Berita Banjarmasin

29 Karyawan BPost Group Ikuti Training Refreshing di Gedung Djok Mentaya, Ini Sasaran Utamanya

Sebanyak 29 karyawan Banjarmasin Post mengikuti training refreshing di Aula Palimasan Gedung Hj Djok Mentaya lantai V, Rabu (3/6/2019).

banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Sebanyak 29 karyawan Banjarmasin Post mengikuti training refreshing di Aula Palimasan Gedung Hj Djok Mentaya lantai V, Rabu (3 /6/2019) 

BANJARMASIN POST.CO.ID - Sebanyak 29 karyawan Banjarmasin Post mengikuti training refreshing di Aula Palimasan Gedung Hj Djok Mentaya lantai V, Rabu (3/6/2019).

Sebagai trainer sekaligus motivator dan busines mentor Orbit adalah Fitriyan Rozi. Acara sendiri dibuka Senior Manager Marketing Banjarmasin Post, Suharyanto.

Menurut HR & GA Assistant Manager Banjarmasin Post, Edward Pah, ke-29 karyawan yang mengikuti training terdiri bagia AE iklan, sales percetakan, Tribun EO, sirkulasi, dan AE BKU.

Selain itu ikut juga Mustachim yang menjabat Printing Manager, Fahmi Setiadi sebagai Circulation Manager/Vice General Manager dan Helda Annatasia sebagai Advertising Manager.

Dijelaskan Edo, panggilan akrab Edward, tujuan pelatihan tak lain karyawan perlu penyegaran dan rereshing. Sekarang ini tantangan di dunia luar, khusus bisnis cetak semakin berkembang.

Baca: LSM Anak Kaki Gunung Sebatung Gelar Aksi Bawa Rombongan Becak ke DPRD Kotabaru, Ini Tuntutannya

Baca: Kemiripan Sakit Raffi Ahmad dengan Kakak Billy, Olga Syahputra, Suami Nagita Slavina Ungkap Hal Ini

"Sekarang ini era digital dan serba online. Supaya karyawan lebih termotivasi lagi dan pantang menyerah, perlu penyegaran hingga timbul semangat baru," ungkap Edo.

Trainer sekaligus motivator dan busines mentor Orbit, Fitriyan Rozi saat menyampaikan materi melibatkan peserta, termasuk permainan games.

Misalnya, peserta trainer diminta menuliskan tiga tantangan utama dari diri peserta yang hadapi saat ini serta menulis tiga yang dihadapi dalam menjalakan peran sebagai team Banjarmasin Post.

Rozi pun menjelaskan ada tiga katagori tatangan yakni tantangan yang tidak bisa dikontrol dan bisa dipengaruhi. Contoh peraturan pemerintah, perda, dan lain-lain.

Lalu, tantangan bisa dipengaruhi. "Misalnya, seseorang berada di zona aman, masihbbisa dipengatuhi orang lain atau diri sendiri supaya bisa berubah," katanya.

Terakhir, kata Rozi, bisa dikontrol dan dipengaruhi. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved