Berita Kotabaru

Air Baku Embung Tirawan, Akhirnya Bisa Didistribusikan

Pascajebol, Embung Tirawan Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru, kini bisa digunakan kembali.

Air Baku Embung Tirawan, Akhirnya Bisa Didistribusikan
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Embung Tirawan Setelah dibangun DAM 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pascajebol, Embung Tirawan Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru, kini bisa digunakan kembali.

Saat itu, usai jebol sempat tak bisa digunakan lagi lantaran airnya kering.

Kondisi tersebut berlangsung sekitar satu minggu hingga tak bisa didistribusikan ke pelanggan PDAM Kotabaru.

Pekerjaan perbaikan sementara telah selesai dilakukan.

Sehingga air bakunya bisa tertahan di dalam embung.

Berbeda dengan sebelumnya, sebelum menutup area yang jebol, air masih terus mengalir keluar.

Namun beberapa hari belakangan, air baku dari embung Tirawan ini kembali bisa dinikmati masyarakat.

Penanganan sementara telah selesai dilakukan dan sudah bisa disitribusikan.

Baca: Ashanty Diteriaki Udik oleh Nindy Ayunda, Olla Ramlan Bereaksi karena Ibu Aurel Hermansyah Begini

Baca: Sindiran Dewi Perssik Setelah Jadi Tersangka Gegara Rosa Meldianti, Depe Singgung Soal Orang Jahat

Baca: Mbak Vera Disindir Pasca Billy Ungkap Uang Olga Syahputra Rp1,5 Miliar Hilang, Eks Asisten Sebut Ini

Baca: Tangis Elvia Cerolline Seusai Billy Syahputra Ucapkan Kata Putus, Eks Hilda Vitria Ungkap Fakta Ini

"Alhamdulillah, sekarang ini pascajebolnya embung Tirawan di hari ketiga Idul Fitri lalu, kini sudah bisa digunakan kembali," kata Humas PDAM Kotabaru, Syarwani kepada Banjarmasinpost.co.id pada Rabu (3/6/19).

Syarwani menjelaskan, perbaikan jangka pendek telah dilakukan Balai Wilayah Sungai II Kalimantan Selatan.

Saat ini, tinggal menunggu penyerahan pekerjaan kepada PDAM dari BWS sebagai pelaksana.

"Air bakunya sudah digunakan sekitar 10 harian. Selesai pekerjaan pembuatan DAMnya itu pada 30 Juni lalu. Hanya saja, belum bisa menutup total di pintu airnya dan kadang dibuka dan malam juga dibuka," katanya.

Alasan kenapa tak ditutup total, PDAM belum mengetahui kekuatan atau kapasitas, sehingga masih menunggu dari BWS II terkait kekuatan agar bisa dikondisikan kapasitas air yang bisa ditampung.

Syarwani juga menyebutkan, intake lama juga masih digunakan.

Dua embung masih terus diupayakan meski belum maksimal.

Penggiliran distribusi air masih dilakukan sama seperti sebelumnya, sebab menggunakan sistem perpompaan.

"Sistem perpompaan, modelnya tetap bergilir dan memang tak bisa 1 x 24 jam. Jadi sudah bisa dikatakan distribusi sama seperti sebelum terjadinya jebol. Selama ini memang tidak pernah 24 jam karena minim anggaran," katanya.

Sementara warga di Baharu, Inor, mengatakan, air sudah diterima.

Sejauh ini menurutnya, kondisi air di rumahnya terbilang lancar.

"Ya, di sini sekarang airnya lancar saja dan tidak ada masalah lagi seperti di awal-awal," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved