Ekonomi dan Bisnis

Developer Kalsel Belum Pasarkan Harga KPR yang Baru, Kuota KPR FLPP Menipis di Semester II 2019

Harga baru tersebut sudah bisa diterapkan pada Juli 2019. Namun, sejumlah developer di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum bisa merealisasikannya.

Developer Kalsel Belum Pasarkan Harga KPR yang Baru, Kuota KPR FLPP Menipis di Semester II 2019
Istimewa/Mahatama Group.
Proses pembangunan KPR bersubsidi di Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Harga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah ditetapkan menjadi Rp 153 juta per unit, naik dari harga sebelumnya Rp 142 juta.

Harga baru tersebut sudah bisa diterapkan pada Juli 2019. Namun, sejumlah developer di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum bisa merealisasikannya.

Di PT Anugerah Fuja Perdana misalnya, harga yang dipasarkan masih Rp 142 juta untuk rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Kami saat ini belum memasarkan harga baru Rp 153 juta, karena masih menunggu instruksi dari bank pelaksana," jelas Direktur Utama PT Anugerah Fuja Perdana, M Fikri kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (3/7/2019).

Setiap adanya kenaikan harga diakuinya selalu ada kendala dalam pemasaran. Karena dari segi angsuran, biaya pajak baik itu BPHTB maupun PPh bakal turut naik, sedangkan penghasilan masyarakat tetap.

Baca: Produk Lokal Banjarbaru Dipamerkan Pada Bazar UMKM di Lapangan Murjani

Baca: Produk UKM Tanahbumbu Ditampilkan di APKASI Otonomi Expo 2019 di JCC Jakarta

Baca: Pemprov Kalteng Usul Enam Helikopter Pembom Air ke Pusat, Kalteng Status Siaga Darurat Karhutla

Untuk menyiasati penjualan yang stagnan, Fikri memberikan promo menarik untuk menggaet calon debitur.

"Sekarang ini kami lagi buat promo gratis biaya akad dan bonus tabungan Rp 1,5 juta kepada masing-masing calon debitur untuk membeli rumah dan juga kami melakukan peningkatan kualitas pada rumah-rumah subsidi yang kami bangun agar semakin menarik," imbuhnya.

Menyesuaikan dengan selera generasi milenial, pihaknya fokus menggarap desain rumah minimalis modern.

Diakuinya, saat ini kuota KPR bersubsidi di tempatnya tengah menipis. Diperkirakan kuota KPR FLPP bakal habis pada Agustus 2019 nanti.

Senada, Direktur Utama PT Mahatama Group, Royzani Sjachril mengatakan, saat ini kuota KPR FLPP Mahatama di Banjarmasin sudah sold out.

"Alhamdulillah sudah laku terjual sebelum dipasarkan dengan harga yang baru. Sementara ini kami masih ajukan izin pembangunan lahan lanjutan dari KPR FLPP yang berlokasi di Banjarmasin," terangnya.

Baca: 3 Film Adaptasi Akan Tayang di Bioskop Mulai Bumi Manusia, Perburuan Hingga Gundala, Cek Jadwalnya

Baca: Dua Pelaku Pelangsir Solar Bersubsidi Tanpa Izin Diamankan oleh Polres Tanahlaut

Baca: Rodhita Banjarmasin Tawarkan Meeting dan Weedding, Saat Harganas Hotel Fully Booked

Ditambahkannya, ada sekitar 12 hektar area yang bakal digarap. Untuk desainya, Mahatama masih konsisten menggunakan desain adat banjar agar tampil beda dari developer lainnya.

Royzani yang juga selaku Ketua DPD REI Kalsel menuturkan, harga baru KPR Rp 153 juta sudah bisa dipasarkan namun dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

"Untuk harga baru sudah bisa dijual namun dengan syarat harus ada penilaian dari jasa penilai publik dulu mengenai spesifikasi bangunannya, apakah sudah sesuai saja harga bangunan yang akan diberlakukan dengan spek yang dibangun," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved