Kriminalitas Tanahlaut

Dua Pelaku Pelangsir Solar Bersubsidi Tanpa Izin Diamankan oleh Polres Tanahlaut

Dua orang pelaku penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi berhasil diamankan oleh Polsek Jorong pada Rabu (26/6/2019).

Dua Pelaku Pelangsir Solar Bersubsidi Tanpa Izin Diamankan oleh Polres Tanahlaut
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Kapolres Tanahlaut, AKBP Sentot Adi Dharmawan menyampaikan keterangan mengenai penangkap pelaku niaga BBM jenis solar tanpa izin yang sah saat gelaran Press Release di Polres Tanahlaut, Rabu (3/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dua orang pelaku penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi berhasil diamankan oleh Polsek Jorong pada Rabu (26/6/2019) kemaren. Keduanya kemudian ditangani oleh Polsek Tanahlaut serta dilakukan pemeriksaan.

Informasi terhimpun, pelaku, atas nama Eko Nurwana dan Fahrurazzi kedapatan mengangkut BBM bersubsidi tanpa memilikin izin yang sah dari pihak yang berwenang. Karena tindakannya tersebut, keduanya pun ditahan oleh pihak Polsek Jorong.

Pada press release yang digelar di Polres Tanahlaut dan dipimpin oleh Kapolres Tanahlaut, AKBP Sentot Adi Dharmawan, sejumlah barang bukti BBM diperlihatkan. Ada beberapa unit jerigen plastik berisi solar milik Eko dan Fahrurazzi.

AKBP Sentot menerangkan, saat ditangkap, kedua pelaku menggunakan sarana mobil pick up dan truck. Setelah diperiksa, kedapatan sejumlah barang bukti termasuk solar. Diketahui pula penjualan dilakukan tanpa harga subsidi.

"Yang melaporkan mereka dari pihak SPBU sendiri. Jadi mereka memang tidak memiliki izin," ucap AKBP Sentot.

Baca: Sopir Bus Yessoe Ditetapkan Tersangka, Mengaku Kelelahan Hingga Kecelakaan di Lamandau

Baca: Produk UKM Tanahbumbu Ditampilkan di APKASI Otonomi Expo 2019 di JCC Jakarta

Baca: Arbani Tewas Diparang Ipar di Sungai Lulut Banjarmasin, Jasmi Tidak Rela Suaminya Dibunuh

Adapun barang bukti yang diamankan dari keduanya yakni satu unit mobil dam truk warna kuning dengan nomor polisi KT 8715 AM. Kemudian satu unit jerigen plastik warna biru dengan ukuran 30 liter yang berkisaran bahan bakar minyak jenis solar sebanyak 25 liter.

Serta satu selang yang terbuat dari plastik dengan ukuran 3 meter dan 1 buah MCB atau stop kontak dan dinamo mesin warna putih dan biru. Selain itu ada dua buah drum plastik warna biru ukuran 200 liter dalam keadaan kosong bekas bahan minyak jenis solar.

Didapati pula dua unit jerigen plastik warna biru dalam keadaan kosong bekas bahan bakar minyak jenis solar. Ada empat drum plastik warna biru masing-masing dengan ukuran 200 liter yang berisikan bahan bakar minyak jenis solar sebanyak 790 liter.

Serta empat buah jerigen masing-masing ukuran 35 liter yang berisikan bahan bakar minyak jenis solar sebanyak 128 liter.

Termasuk mobil Isuzu Panther Pick Up warna biru dongker dengan nomor polisi KT 8053 CG yang dikemudikan oleh Eko.

Baca: Pengusulan Calon Wakil Bupati HST Jadi Polemik, Bupati HST Dilaporkan ke Polda Kalsel

Baca: Produk Lokal Banjarbaru Dipamerkan Pada Bazar UMKM di Lapangan Murjani

Baca: Produk UKM Tanahbumbu Ditampilkan di APKASI Otonomi Expo 2019 di JCC Jakarta

Barang bukti lainnya yakni selang, corong, baskom bekas BBM jenis solar dan sembilan unit jerigen plastik berisikan solar sebanyak 288 liter.

Keduanya disangkakan hukuman pidana pada pasal 55 dan atau pasal 53 huruf B dan C, UU RI No 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan hukuman ancaman maksimal enam tahun penjara.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved