Kisah Miftah dan Fai Maskot Martapura FC

Dua Syarat Menjadi Maskot Macan Gaib

Macan Gaib tak hanya hadir di stadion, melainkan juga selalu tampil dalam setiap kegiatan yang digelar di luar pertandingan.

Dua Syarat Menjadi Maskot Macan Gaib
banjarmasinpost.co.id/khairil rahim
Ahmad Rifaii 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hampir setiap klub sepakbola memiliki maskot yang menjadi identitas.

Maskot itu didominasi jenis hewan, yang menjadi julukan klub bersangkutan.

Kehadiran maskot bisa menambah kehangatan dan menciptakan suasana menghibur di dalam stadion.

Tidak mau kalah dengan klub dari Liga 2, Martapura FC juga memiliki maskot yakni Macan Gaib.

Macan Gaib tak hanya hadir di stadion, melainkan juga selalu tampil dalam setiap kegiatan yang digelar di luar pertandingan.

Baca: LIVE KVision TV! Susunan Pemain Brasil vs Argentina di Semifinal Copa America 2019, Messi vs Firmino

Baca: Impian Bermain di Eropa Terwujud, Gabriel Martinelli Ingin Bermain Seperti sang Idola

Baca: Sosok Pablo Benua, Suami Rey Utami yang Ikut Dilaporkan Fairuz A Rafiq Atas Kasus Galih Ginanjar

Seperti saat launching tim, kegiatan sosial, maupun kegiatan Martapura FC lainnya selalu ikut serta dan selalu pula jadi buruan foto.

Untuk berperan menjadi maskot Martapura FC ternyata tidak mudah, harus melewati seleksi.

Namun syaratnya tidak sulit, cukup atraktif dan aktif juga rela berpanas-panas ria di pinggir lapangan dan tahan mental dari gangguan suporter.

Maskot Martapura FC sudah dua kali beralih orang.

Diawali pria bernama Ahmad Rifaii atau Fai Osea dan kini diwarisi Miftah Husain.

Lalu bagaimana kisah keduanya menjalani peran sebagai maskot, berapa honor yang diterima dan apa saja suka dukanya simak kisah mereka selanjutnya.

Banjarmasin post/Khairil Rahim

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved