Berita Kalteng

Gubernur Nyatakan Kalteng Siaga Darurat Karhutla, Status Udara Kota Palangkaraya Sehat

Kebakaran lahan yang terjadi di pinggiran Kota Palangkaraya dalam beberapa hari yang lalu, tidak membawa dampak kabut asap

Gubernur Nyatakan Kalteng Siaga Darurat Karhutla, Status Udara Kota Palangkaraya Sehat
Faturahman
Sekdaprov Kalteng, Fahrizal Fitri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kebakaran lahan yang terjadi di pinggiran Kota Palangkaraya dalam beberapa hari yang lalu, tidak membawa dampak kabut asap yang mengganggu aktifitas masyarakat Kota Cantik. Udara kota cantik terukur melalui Indeks Status Pencemaran Udara (ISPU) masih sehat.

Pantauan di Palangkaraya, kebakaran lahan yang terjadi di ssmak yang ada di pinggiran kota, dengan sigap langsung ditanggulangi dengan melakukan pemadaman oleh petugas dengan memadamkannya, sehingga kebakaran lahan ini tidak meluas.

Udara di Palangkaraya pun terpantau masih sehat, karena meski dipinggiran kota terjadi krbakaran lahan tidak sporadis sehingga tidak tampak kabut asap tebal yang menyelimuti Ibu Kota Kalimantan Tengah sebagai dampak kebakaran lahan.

Baca: Pemprov Kalteng Usul Enam Helikopter Pembom Air ke Pusat, Kalteng Status Siaga Darurat Karhutla

Baca: Pengusulan Calon Wakil Bupati HST Jadi Polemik, Bupati HST Dilaporkan ke Polda Kalsel

Baca: Bukan dengan Bibi Ardiansyah, Vanessa Angel Disebut Pacaran dengan Sosok Ini, Ini Kata Pengacaranya

Baca: Ramalan Zodiak Hari Kamis 4 Juli 2019, Hore Mimpi Zodiak Aquarius Jadi Kenyataan, Gemini, Capricorn?

Penderita ISPA yang ada di sejumlah puskesmas di Palangkaraya terbilang masih normal karena bukan diakibatkan terpapar kabut asap dampak kebakaran lahan, karena dalam musim hujan pun , banyak warga Palangkaraya yang terserang ISPA.

"Penderita ISPA itu, karena perubahan cuaca bukan akibat kabut asap dampak kebakaran lahan.Ini perlu kami klarifikasi, sebab tidak ada kebakaran lahan yang menyebabkan kabut asap pun, penderita ISPA tetap ada yang berobat di puskesmas," ujar Fahrizal Fitri, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kalteng ini.

Darurat Karhutla

Provinsi Kalimantan Tengah ditetapkan sebagai Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan mengingat mulai maraknya terjadi kebakaran semak belukar terutama di Kota Cantik Palanfkaraya.

Kebakaran lahan semakin marak terjadi di Kota Cantik menyusul jarangnya hujan yang mengguyur Ibu Kota Kalimantan Tengah ini, sehingga membuat lahan belukar menjadi kering dan lahan gambut pun kehabisan stok air dan berubah menjadi lahan yang rawan terbakar.

Kondisi ini membuat Gubernur Kalimantan Tengah menetapkan salah satu Provinsi Calon alternatif Ibu Kota Republik Indonesia ini Siaga Darurat bencana sehingga semua komponen disiapkan dalam melakukan pencegahan kebakaran lahan dan hutan.

Penetapan status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan tersebut, juga untuk antisipasi kebakaran lahan dan hutan lebih parah untuk tahun 2020 yang kemungkinan akan terjadi siklus lima tahunan El Nino (Kekeringan) kuat yang mengancam semakin parah terjadi kebakaran lahan dan hutan.

Sekda Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri, Rabu (3/7/2019) mengungkapkan, pihaknya memang telah menetapkan status Siaga Bencana Karhutla untuk Kalteng sehingga semua daerah yang rawan bencana kebakaran personil BPBD, Tim Serbu Api, Tagana, Manggala Agni, dan lainnya siap siaga.

"Dengan ditetapkannya status siaga bencana tersebut, semua komponen siap melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan, kita berharap tidak ada kabut asap yang mengganggu sehingga semua personil siap-siaga memadamkan kebakaran lahan," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved