Saraba Kawa

Jadikan Setiap Desa di Tabalong Menjadi Layak Anak

Kabupaten Tabalong telah menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) dan Bupati Tabalong targetkan tahun 2019 adanya peningkatan predikat.

Jadikan Setiap Desa di Tabalong Menjadi Layak Anak
HO/Humas Pemkab Tabalong
Rapat koordinasi Tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak di Aula Bappeda, Selasa (02/07/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Kabupaten Tabalong telah menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) dan Bupati Tabalong targetkan tahun 2019 adanya peningkatan predikat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Kabupaten Tabalong, H Sarjono pada saat rapat koordinasi Tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak di Aula Bappeda, Selasa (02/07/2019).

“Saya berharap tahun ini bisa meningkatkan predikat ke Nindya atau bertahan pada predikat Madya,” ujar Bupati Anang.

Untuk mencapai itu, kata Bupati Anang, langkah yang harus dilakukan yakni dengan cara melibatkan dan adanya kerjasama yang didukung semua pihak baik dari tim gugus tugas, maupun pihak terkait lainnya.

Sementara Plt Kepala DP3AP2KB Kabupaten Tabalong, H Sarjono mengatakan peningkatan predikat dimulai dari tingkat bawah yaitu dari desa, meningkatnya kualitas desa menjadi desa layak anak akan membantu mendorong Kabupaten untuk menjadi KLA dengan predikat terbaik.

“Pembenahan dilakukan dari tingkat desa, jika tingkat desa baik maka akan baik hingga tingkat kecamatan dan kabupaten,” ujanya. Sarjono.

Plt Kepala DP3AP2KB Kabupaten Tabalong, H Sarjono saat rapat koordinasi Tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak di Aula Bappeda, Selasa (02/07/2019).
Plt Kepala DP3AP2KB Kabupaten Tabalong, H Sarjono saat rapat koordinasi Tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak di Aula Bappeda, Selasa (02/07/2019). (HO/Humas Pemkab Tabalong)

Desa bisa dikatakan layak anak minimal sudah memiliki forum anak sedangkan forum anak baru terbentuk. “Di Tabalong sendiri untuk forum tersebut baru ada 24 desa dari tiga kecamatan dan itu masih sangat jauh mengingat Tabalong memiliki 121 desa dan 12 kecamatan.”terangnya.

Oleh sebab itu, Sarjono mengharapkan adanya kerjasama dan bantuan berbagai pihak terutama dari Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI),  tokoh masyarakat dan SKPD terutama dalam penganggaran juga dari pengisian data online.

Selain itu, pihak juga terus berupaya melakukan pencegahan, penanggulangan, pemulihan dan perlindungan perempuan dan anak sehingga anak-anak yang di Kabupaten Tabalong haknya terlindungi sehingga itu nantinya bisa mendongkrak angka ke predikat selanjutnya, guna mewujudkan Tabalong menjadi Kabupaten/kota layak anak. (*/aol)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved