Berita Banjarbaru

Orangtua Calon Siswa Protes Karena Anaknya Tak Bisa Masuk Jalur Prestasi di SMAN 1 Banjarbaru

Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hari terakhir diketahui lebih sedikit. Namun masih ada saja protes dari warga terkait zonasi ini.

Orangtua Calon Siswa Protes Karena Anaknya Tak Bisa Masuk Jalur Prestasi di SMAN 1 Banjarbaru
banjarmasinpost.co.id/elpianur achmad
Ilustrasi - Panitia PPDB Online SMAN 7 Banjarmasin dikerumumi orangtua calon siswa saat mencoba mengentri data calon siswa, Rabu (222/6/2016). 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hari terakhir diketahui lebih sedikit. Namun masih ada saja protes dari warga terkait zonasi ini.

Satu di antaranya adalah dari keluarga Fitriadi yang mau mendaftarkan anaknya M Rafli.

Secara Zona dia masuk ke SMAN 1 Banjarbaru, karena rumahnya di Guntung Manggis masih zonasi SMA tersebut. Akan tetapi mempertimbangkan jarak, dia pasti akan kalah saing dengan yang lebih dekat.

Oleh sebab itu Fitriadi mau memasukkan anaknya lewat jalur prestasi di SMAN 1 Banjarbaru, sebab nilai anaknya di bidang akademik bagus. Belum lagi ditambah di bidang olahraga yang masuk dalam tim futsal.

Namun sayangnya, meski zonasi dan nilai prestasinya tinggi dia kalau masuk jalur prestasi harus di luar zona. Tidak boleh merangkap dan harus memutuskan yang mana yang harus dipilih.

Baca: Hari Kedua PPDB, Desa-desa di Karangintan dan Astambul Sempat Tak Muncul Dalam Zonasi, Ini Akibatnya

Baca: PPDB Tingkat SMP di HST Sudah Ditutup, Siswa Masih Boleh Mendaftar dengan Syarat Ini

Baca: Pagi-pagi Sudah Membludak, Orangtua Pendaftar PPDB di SMAN 1 Pelaihari Ikut Sibuk Daftarkan Anak

Dia mengaku, sudah mencari jalan keluar agar anaknya bisa masuk di SMAN 1 Banjarbaru. Yakni, dengan mendaftar melalui jalur prestasi. Sayangnya, pihak sekolah menolaknya, karena untuk zonasi itu harus di luar zona.

"Kata pihak sekolah demikian, siswa yang masuk zonasi tidak boleh mendaftar lewat jalur prestasi," kata dia.

Menurutnya, aturan tersebut dirasa tidak adil untuk anaknya. Sebab, selain masuk zonasi anaknya juga berprestasi. Seharusnya, lebih mudah untuk diterima di SMAN 1 Banjarbaru.

"Aneh, kenapa tidak boleh lewat jalur prestasi. Padahal, prestasi akademik anak saya lumayan tinggi. Yakni, 308," lontarnya.

Karena ditolak SMAN 1 Banjarbaru, Fitriyadi kemudian memutuskan untuk mendaftarkan anaknya ke SMAN 2 Banjarbaru melalui jalur prestasi. "Mudah-mudahan di SMAN 2 Banjarbaru diterima," harapnya.

Baca: Developer Kalsel Belum Pasarkan Harga KPR yang Baru, Kuota KPR FLPP Menipis di Semester II 2019

Baca: Kembangkan Pariwisata Kotabaru, Disbupar Ingin Gandeng Media, Ini Alasannya

Baca: Developer Kalsel Belum Pasarkan Harga KPR yang Baru, Kuota KPR FLPP Menipis di Semester II 2019

Kepala SMAN 1 Banjarbaru Eko Sanyoto menanggapinya bahwa tidak diperbolehkannya calon siswa yang berdomisili di dalam zonasi mendaftar lewat jalur prestasi sudah diatur dalam Permendikbud.

"Jalur prestasi dan pindahan memang hanya untuk calon siswa di luar zonasi. Kalau masuk zonasi, hanya boleh mendaftar lewat jalur zonasi. Kami mengerti keinginan orangtua tapi aturan memang yang tak membolehkan," kata pria yang juga ketua MKKS SMA tersebut.

Idealnya, menurut Eko, harus ada satu lagi sekolah SMA di Banjarbaru. Sebab berdasarkan kecamatan ada lima, sementara sekolah SMA Negerinya baru ada empat. Sehingga Banjarbaru di Guntung Manggis dan Lik Lianganggang itu kesulitan. (banjarmasinpost.co.id/lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved