Berita Tanahbumbu

Pascabanjir Rendam Ratusan Hektare Sawah, Petani Salimuran Masih Trauma Melakukan ini

Petani di Desa Salimuran, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanahbumbu masih digelayuti perasaan trauma, pascabanjir yang merendam ratusan hektare

Penulis: Herliansyah | Editor: Eka Dinayanti
HO/Kades Salimuran
ratusan hektare sawah di Desa Salimuran, Kecamatan Kusan Hilir masih terendam air setinggi satu meter. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Petani di Desa Salimuran, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanahbumbu masih digelayuti perasaan trauma, pascabanjir yang merendam ratusan hektare sawah.

Mereka belum berani menyemai benih padi, khawatir dalam seminggu ke depan hujan kembali turun meredam sawah dan merusak tanaman padi.

Anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) Bersujud HM Adnen mengatakan, dari 18 kelompok tani di desa Salimuran hanya sebagian kecil mulai menyemai.

"Paling beberapa orang yang berani menyemai. Jumat lalu ada sebagian, itupun petani-petani tertentu saja. Kelompok kami mungkin Rabu depan baru menyemai," jelas Adnen kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (3/7/2019).

Baca: Ashanty Diteriaki Udik oleh Nindy Ayunda, Olla Ramlan Bereaksi karena Ibu Aurel Hermansyah Begini

Baca: Sindiran Dewi Perssik Setelah Jadi Tersangka Gegara Rosa Meldianti, Depe Singgung Soal Orang Jahat

Baca: Tangis Elvia Cerolline Seusai Billy Syahputra Ucapkan Kata Putus, Eks Hilda Vitria Ungkap Fakta Ini

Baca: Emosi Luna Maya Disinggung Soal Asmara dengan Faisal Nasimuddin, Denny Darko Sebut Soal Kasihan

Meski demikian, Adnen belum bisa pastikan, apakah minggu depan mulai menyemai padi, dengan alasan menunggu perkembangan cuaca.

"Kalau tidak ada hujan lagi sampai minggu depan kami mulai menyemai," jelas Adnen.

Karena masih trauma, saat banjir terjadi setidaknya 530 hektare sawah petani terendam setinggi satu meter lebih.

Bahkan tidak sedikit tanaman padi rusak.

"Banjir sudah surut. Sebagian petani ke sawah, tapi hanya sebagian saja yang menyemai," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Salimuran Hayuddin membenarkan, banjir setinggi satu meter sempat merendam ratusan sawah petani.

Sekarang terus berangsur surut.

Petani sudah kembali melakukan aktivutas seperti biasa.

Melakukan musim tanah, meski masih belum maksimal pascabanjir terjadi beberapa waktu lalu.

"Alhamdulillah sudah surut air. Hampir semua petani sudah kembali beraktivitas," tandas Hayuddin.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved