Berita Banjarmasin

Pengusulan Calon Wakil Bupati HST Jadi 'Polemik', Bupati HST Dilaporkan ke Polda Kalsel

LBH GP Ansor yang mewakili masyarakat HST mendatangi Ditreskrimsus Polda Kalsel untuk melaporkan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Achmad Chairansyah.

Pengusulan Calon Wakil Bupati HST Jadi 'Polemik', Bupati HST Dilaporkan ke Polda Kalsel
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
LBH GP Ansor HST seusai menyampaikan pengaduan ke Ditreskrimsus Polda Kalsel di Banjarmasin Rabu (3/7/Juli 2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Belum adanya kepastian penunjukan Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) berdasarkan nama-nama calon yang diajukan partai pengusung, menjadi polemik  dan dilaporkan ke kepolisian.

Pada Rabu (3/7/2019) siang, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor yang mewakili sebagian masyarakat HST, organisasi masyarakat dan LSM setempat, mendatangi Ditreskrimsus Polda Kalsel untuk melaporkan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Achmad Chairansyah

Usai pelaporan, Rabu (3/7/2019) sore, Sayban Husin Mubarak dari LBH GP Ansor yang ditemui di depan Direktorat Krimsus Polda Kalsel, mengatakan kedatangan pihaknya hari ini  untuk melakukan pelaporan atau pengaduan masyarakat terkait pelanggaran UU No10 Tahun 2016 pasal 180.

Sayban mengatakan, dalam pasal 180, disebutkan barang siapa yang menghilangkan hak seseorang untuk mencalonkan atau dicalonkan dan mencalonkan diri menjadi bupati/wakil bupati maka akan dikenakan pidana.

Diitanya siapa dilaporkan?, Sayban mengatakan yang mereka laporkan adalah Bupati HST Achmad Chairansyah terkait kekosongan jabatan Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah hingga saat ini.

Baca: Bukan dengan Bibi Ardiansyah, Vanessa Angel Disebut Pacaran dengan Sosok Ini, Ini Kata Pengacaranya

Sekadar diketahui, Achmad Chairansyah merupakan wakil bupati yang dilantik menjadi Bupati HST menggantikan mantan bupati Abdul Latif yang terseret kasus korupsi di KPK beberapa waktu lalu. Setelah Chairansyah dilantik menjadi bupati, posisi wakil bupati HST mengalami kekosongan hingga saat ini.

Menurut Sayban, posisi LBH GP Ansor dalam hal ini adalah mewakili warga masyarakat HST yang menguasakan ke pihaknya gabungan dari organisasi masyarakat dan LSM untuk membawa persoalan itu ke jalur hukum.

Sampai detik ini, kata dia, masyarakat, ormas dan LSM, bupati tak ada menyebutkan siapa nama yang jadi wakil bupati.

Padahah, lanjut Syaban, sesuai dengan surat pengusulan dari partai pengusung tertanggal 22 Mei 2019, ada dua nama yakni Berry Nahdian Furqon dan Faqih Jarjani

"Seharusnya surat ini ditindaklanjuti Bupati dengan disampaikan ke DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah, namun sampai detik ini surat tersebut tak pernah ditanggapi dan menurutnya sampai saat ini wakil bupati HST pun posisinya masih kosong," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Irfani Rahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved