Berita Banjarbaru

PLN Ganti Ribuan KWH Meter Listrik Pelanggan di Kalseng dan Kalteng, Ini Tujuannya

Sebagai alat ukur, keandalan kWh Meter harus tetap terjaga dengan baik dalam mencatat penggunaan energi listrik, demi menghindari kesalahan.

PLN Ganti Ribuan KWH Meter Listrik Pelanggan di Kalseng dan Kalteng, Ini Tujuannya
HO/Humas PLN
Alat Pengukur dan Pembatas (APP) atau yang disebut kWh Meter 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Alat Pengukur dan Pembatas (APP) atau yang disebut kWh Meter adalah alat milik PT PLN (Persero) yang digunakan sebagai pembatasan dan pengukur penggunaan energi listrik pelanggan.

Sebagai alat ukur, keandalan kWh Meter harus tetap terjaga dengan baik dalam mencatat penggunaan energi listrik, demi menghindari kesalahan yang dapat merugikan pelanggan dan PLN.

Sebagai upaya menjaga akurasi pengukuran kWh Meter terhadap energi listrik yang digunakan oleh pelanggan, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UIW Kalselteng) melakukan penggantian lebih dari 300.000 kWh Meter yang tersebar di Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Kalimantan Tengah.

Manager Komunikasi PLN UIW Kalselteng, Muhammad Yusfiansyah, mengatakan, penggantian kWh Meter dilakukan oleh PLN berdasar temuan sistem yang mengindikasikan bahwa sebanyak 300.000 kWh Meter Digital (Prabayar/pulsa) perlu dilakukan penggantian secara bertahap sehubungan usia dan pengolahan token listrik pada sistem yang perlu ditingkatkan.

“Berdasar data analisa sistem kami, terdapat 300.000 kWh Meter Prabayar yang perlu diganti karena secara sistem dapat mengalami gagal pembelian token atau pulsa listrik, maka dari itu kita lakukan penggantian segera," ungkap dia.

Baca: Pengusaha Wajib Laporkan Penanaman Modal, Untuk Mengetahui Potensi Usaha di Kabupaten HSS

Yusfiansyah mengimbau kepada masyarakat, jika ada petugas dari PLN yang mendatangi rumah pelanggan untuk melakukan penggantian kWh Meter diharapkan pelanggan memberikan izin dan tidak menghambat pekerjaan petugas.

Selain itu proses penggantian kWh Meter yang dilakukan oleh PLN tidak dipungut biaya alias gratis. Demi menghindari terjadinya tindakan penipuan, PLN sudah memberikan Surat Penugasan kepada petugas yang akan mengganti kWh Meter.

“Jika ada petugas dari PLN datang ingin mengganti kWh Meter, kami harap pelanggan memberikan izin.

Penggantian kWh Meter ini pun gratis tidak ada biaya satu rupiah pun. Jika takut yang datang adalah penipu, pelanggan cukup minta ditunjukkan bukti Surat Penugasan dari PLN setempat," katanya.

Baca: Gelar FGD di Kecamatan, Polsek Muara Uya Berharap Warga Ikut Berpartisipasi Berantas Narkoba

Yusfiansyah menambahkan seiring berjalannya proses penggantian kWh Meter yang dilakukan oleh Petugas saat ini, PLN menerima laporan gangguan pada kWh Meter yang muncul keterangan ‘error’ dan tidak bisa mengisi token listrik. Hal tersebut dijelaskan Yusfiansyah bukan termasuk target kWh penggantian, melainkan kWh Meter yang memang mengalami gangguan akibat anomali energi listrik dan bisa diperbaiki melalui sistem.

“Jika kWh Meter Prabayar Pelanggan mengalami gangguan seperti ada tulisan eror atau tidak bisa mengisi token listrik, hubungi Contact Center PLN 123 melalui saluran telpon, Petugas kami dengan sigap akan melayani dan menangani permasalahan pelanggan," pungkas dia. (banjarmasinpost.co.id/sofyar redhani)

Penulis: Sofyar Redhani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved