Berita Banjarmasin

Sekdaprov Kalsel : Kami Masih Tunggu Hasil Konsultasi ke Kemendagri Terkait Renovasi Stadion 17 Mei

Ini terlihat dari belum adanya data pada halaman penandatanganan kontrak proyek tersebut di laman website LPSE Provinsi Kalsel, Rabu (3/7/2019).

Sekdaprov Kalsel : Kami Masih Tunggu Hasil Konsultasi ke Kemendagri Terkait Renovasi Stadion 17 Mei
istimewa
Tim dancesport Kalsel, latihan fisik di Stadion 17 Mei, Banjarmasin sebelum berlaga di Kejurnas Medan, pada 9 September 2018. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Walaupun tahapan penetapan pemenang tender proyek Belanja Modal Standarisasi dan Renovasi Sarana Prasarana Olahraga di Stadion 17 Mei sudah selesai pada Selasa (18/6/2019), namun hingga memasuki awal Bulan Juli 2019 penandatanganan kontrak belum diumumkan.

Ini terlihat dari belum adanya data pada halaman penandatanganan kontrak proyek tersebut di laman website LPSE Provinsi Kalsel, Rabu (3/7/2019).

Menurut Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel, H Abdul Haris, pihaknya masih menunggu hasil rekomendasi Kemendagri terkait hal ini.

"Laporan belum disampaikan ke kami dari hasil konsultasi. Proses saya kira tetap harus jalan, tapi untuk memfinalisasinya harus menunggu hasil konsultasi," kata H Abdul Haris saat dikonfirmasi awak media, Rabu (3/7/2019).

Sebelumnya, diketahui Perwakilan TAPD Kalsel beserta beberapa Anggota DPRD Provinsi Kalsel yang tergabung dalam Tim Badan Anggaran (Banggar) bertolak ke Jakarta untuk meminta rekomendasi Kemendagri atas adanya perbedaan persepsi terkait anggaran proyek renovasi Stadion 17 Mei di Banjarmasin.

Baca: Paman Birin Ungkap Renovasi Stadion 17 Mei Jadi Stadion Internasional, Diperlukan Dana Rp 250 Miliar

Baca: Warga Murung Pudak Tuntut Pemda Tabalong Bantu Selesaikan Pengairan Kompleks Perumahan Anugerah

Hal ini juga sebelumnya dibenarkan salah satu Anggota Banggar yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Lutfi Syaifuddin.

Menurutnya perbedaan persepsi antara TAPD dan Tim Banggar terjadi karena adanya perubahan alokasi dana dalam proyek renovasi tersebut.

Dimana dana anggaran renovasi dengan pagu kurang lebih Rp 13,4 miliar awalnya diperuntukkan untuk dua alokasi yaitu renovasi fisik dan pengadaan genset, namun belakangan hanya dialokasikan untuk pekerjaan renovasi fisik saja.

Sketsa Stadion 17 Mei setelah 65_wm
Sketsa Stadion 17 Mei setelah 65_wm (istimewa)

Dijelaskan H Abdul Haris lagi, TAPD dan Tim Banggar tentu masing-masing memiliki dasar aturan kuat dalam melakukan tugasnya.

Sketsa Stadion 17 Mei setelah direnovasi
Sketsa Stadion 17 Mei setelah direnovasi (istimewa/hermansyah)

Karena itu, Ia optimis adanya perbedaan persepsi tersebut akan segera terselesaikan setelah berkonsultasi dengan Kemendagri dan tidak sampai terlalu jauh mengganggu proyek renovasi Stadion 17 Mei.

Baca: TAPD Kalsel dan Komisi IV DPRD Konsultasikan Aturan Anggaran Renovasi Stadion 17 Mei ke Kemendagri

Baca: Suporter Barito Putera Terus Pertanyakan Renovasi Stadion, Paman Birin Langsung Ajak Bukber

Kembali mengacu pada data di laman website LPSE Provinsi Kalsel, proyek dengan kode tender 5018181 ini sudah ditetapkan pemenangnya dengan nilai tender hasil negosiasi yaitu Rp 12.719.437.000 yang akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalsel.

Sebelumnya, tender renovasi Stadion 17 Mei tersebut dimulai pada Jumat (17/5/2019) dengan kategori pekerjaan konstruksi oleh Pemprov Kalsel melalui satuan kerja Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel difasilitasi LPSE Provinsi Kalsel. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved