Berita Banjarmasin

Sungai Martapura Banjarmasin Bermadikan Cahaya Jadi Lokasi Festival KIE Jukung Hias Harganas XXVI

ungai Martapura di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) bersinar terang bermandikan cahaya lampu dari puluhan jukung hias yang berlalu lalang.

Sungai Martapura Banjarmasin Bermadikan Cahaya Jadi Lokasi Festival KIE Jukung Hias Harganas XXVI
banjarmasinpost.co.id/apunk
Suasana Festival KIE Jukung Hias Peringatan Harganas XXVI di Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalsel, Rabu (3/7/2019) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sungai Martapura di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) bersinar terang bermandikan cahaya lampu dari puluhan jukung hias yang berlalu lalang, Rabu (3/7/2019).

Rupanya, puluhan jukung hias ini sengaja dipasangi lampu-lampu lengkap dengan miniatur monumen khas daerah-daerah di Indonesia untuk meriahkan Festival KIE Jukung Hias pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI.

Festival KIE Jukung Hias yang dipusatkan di Sungai Martapura khususnya di Kawasan Siring Menara Pandang Piere Tendean Banjarmasin ini dibuka langsung oleh Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor didampingi Sekretaris Utama Bkkbn, H Nofrijal.

Pelepasan parade pada Festival oleh Gubernur secara resmi ditandai dengan bunyi sirine dan kembang api yang menambah merah suasana.

Baca: Orangtua Calon Siswa Protes Karena Anaknya Tak Bisa Masuk Jalur Prestasi di SMAN 1 Banjarbaru

Baca: 3 Film Adaptasi Akan Tayang di Bioskop Mulai Bumi Manusia, Perburuan Hingga Gundala, Cek Jadwalnya

Baca: Tiga Layanan Pajak Daerah Belum Operasi di Luar Jam Dinas, ini kata Dirlantas Polda Kalsel

Satu persatu Jukung Hias yang membawa minatur monumen cirikhas setiap Provinsi di Indonesia berparade di Sungai Martapura dan otomatis menarik perhatian ratusan masyarakat di kawasan Siring Menara Pandang.

Lebih spesifik, setidaknya total ada tiga puluh empat jukung hias yang dilibatkan pada Festival KIE Jukung Hias Peringatan Harganas XXVI yang dituanrumahi Provinsi Kalsel.

Meriahnya Festival KIE Jukung Hias yang terselenggaranya atas kerjasama Bkkbn, Pemerintah Provinsi Kalsel, Pemerintah Kota Banjarmasin dan Banjarbaru ini bahkan mendapatkan Rekor Muri sebagai kejadian superlative karena pertamakali diselenggarakan dan diperingati melibatkan atraksi sungai.

Penyerahan Tanda Rekor Muri pun diterima secara bersama-sama oleh Gubernur Kalsel, Sekretaris Utama Bkkbn dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Kalsel.

Dijelaskan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, momen ini merupakan sejarah bagi Kota Banjarmasin dan Provinsi Kalsel karena pada kegiatan ini, ada perwakilan dari seluruh Indonesia menyatu di Sungai Martapura dibawah semangat Bhineka Tunggal Ika.

"Kami bersyukur hari ini kedatangan dari saudara-saudara seluruh Indonesia yang semuanya mencintai keluarga. Selamat datang Bkkbn dari seluruh Indonesia semoga ini bisa menjadi sarana sosialisasi sekaligus membangun citra pariwisata di Kalsel dan Indonesia pada umumnya," kata H Sahbirin Noor.

Baca: Modeling Berparas Cantik Ini Memilih Perawatan Bibir Dengan Air Putih dan Madu

Baca: Hasil PPDB SMA 2019 Diumumkan 5 Juli, Ratusan Calon Siswa di Banjarbaru Dipastikan Gugur

Baca: Produk UKM Tanahbumbu Ditampilkan di APKASI Otonomi Expo 2019 di JCC Jakarta

Menurut Sekretaris Utama Bkkbn, H Nofrijal, Festival KIE Jukung Hias ini menjadi satu dari sederet agenda penting dalam Peringatan Harganas XXVI di Kalsel.

Melalui kegiatan ini pula menurutnya membuktikan Bkkbn bersama Pemerintah kali ini bersama Pemerintah Provinsi Kalsel, Banjarmasin dan Banjarbaru dengan filosofi mengangkat kearifan lokal.

"Filosofi dan pesan moral Jukung sebagai salah satu cara dan kearifan masyarakat Banjar sangat relevan dalam menggambarkan dan mencerminkan bagaimana sebuah keluarga dalam menjalani kehidupannya, menjadi nilai atau tradisi yang terus dibangun dan dikembangkan dalam kehidupan keseharian keluarga Indonesia", ungkap Nofrijal.

Dijelaskan H Nofrijal lagi, keluarga yang terencana dan berkualitas diibaratkan sebuah jukung, niscaya akan laksana jukung yang terhias dengan indah, jukung yang kuat dan kokoh, jukung yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh penumpangnya, jukung yang mudah dikendalikan oleh awaknya dan mampu membawa semua penumpangnya dengan lebih mudah mencapai tujuan. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved