Berita Tabalong

Warga Murung Pudak Tuntut Pemda Tabalong Bantu Selesaikan Pengairan Kompleks Perumahan Anugerah

Kedatangan belasan orang ke kantor Bupati Tabalong ini menyampaikan keluhan dengan kondisi pemukiman yang beberapa lalu terjadi banjir

Warga Murung Pudak Tuntut Pemda Tabalong Bantu Selesaikan Pengairan Kompleks Perumahan Anugerah
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Warga Komplek Perumahan Anugerah RT 13 Kelurahan Belimbing Raya Murung Pudak mendatangi Kantor Bupati Tabalong dengan membawa tulisan yang berisi selamatkan sungai dan hindari banjir, Rabu (3/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG –  Belasan penghuni Kompleks Perumahan Anugerah RT 13 Kelurahan Belimbing Raya Kecamatan Murung Pudak mendatangi Kantor Bupati Tabalong dengan membawa tulisan yang berisi selamatkan sungai dan hindari banjir.

Kedatangan belasan orang ini menyampaikan keluhan dengan kondisi pemukiman yang beberapa lalu terjadi banjir. Mengingat banjir tersebut juga berdampak pada warga diluar komplek yang merupakam asli warga sekitar.

Banjir tersebut diduga karena system pengairan yang tidak sesuai, sehingga menyebabkan air yang masuk sulit mengalir kesungai dan menyebabkan banjir. Wempi warga asli Kelurahan Belimbing yang saat ini juga tinggal diperumahan mengatakan selama 40 tahun belum pernah lingkungan tersebut banjir.

"Baru kali ini banjir sampai satu meter, dan kami berharap jangan sampai lagi ada banjir serupa karena saat ini belum memasuki musim penghujan, perumahan yang baru sekitar satu tahun itu awalnya merupakan daerah rawa,” ujarnya.

Baca: LSM Anak Kaki Gunung Sebatung Gelar Aksi Bawa Rombongan Becak ke DPRD Kotabaru, Ini Tuntutannya

Kedatangan warga disambut oleh staff Bupati Tabalong, pasalnya BUpati Tabalong Anang Syakhfiani tengah berada di luar daerah. Ada empat tuntutan dari warga yaitu mendesar pemerintah daerah Kabupaten Tabalong dan Polres Tabalong bisa membantu menyelidiki apakah ada penyimpangan ketentuan tentang sungai dan PUPR.

Tuntutan Kedua mendesak pembentukan tim kajian teknis yang melibatkan masyarakat, ketiga meminta pemerintah daerah melakukan pemulihan fungsi sungai serta meminta untuk dilakukan penyelidikan pada pihak terkait yang diduga menjadi penyebab berubahnya dimensi sungai.

Tuntutan ini disampaikan oleh Erlina Effendi Ilas yang merupakan aktifis lingkungan bersama beberapa warga, meskipun tidak bisa menyampaikan langsung ke Bupati diharapkan hal ini bisa disampaikan ditanggapi oleh pemerintah daera.

“Kami menyerahkan berkas tuntutan dan berharap mendapat tanggapan dari Bupati Tabalong, dan jika diperlukan lagi kami bersedia menghadap kembali,” ujarnya.

Baca: Kemiripan Sakit Raffi Ahmad dengan Kakak Billy, Olga Syahputra, Suami Nagita Slavina Ungkap Hal Ini

Diketahui pada Senin (17/06/2019) lalu Komplek Anugerah mengalami kebanjiran yang menyebabkan  44 rumah terendam air, banjir mulai terjadi pada pagi hari saat hujan deras. Anggota BPBD Tabalong melakukan evakuasi kepada warga ggunakan perahu karet dan membawa warga keluar dari area perumahan memindahkan 91 warga menuju tempat yang lebih aman.

Erlina menambahkan saat terjadi banjir Kapolres Tabalong ikut melihat kondisi banjir dan meminta untuk membuka gorong gorong yang mengalirkan air ke sungai.

“Saat gorong gorong dibongkar air langsung mengalir ke sungai dan banjir cepat surut namun saat ini gorong gorong kembali dipasang dan kami khawatir akan banjir lagi saat adanya hujan deras dalam waktu lama,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perumahan dan Pemukiman Chazairin mengatakan saat terjadi musibah banjir Pemerintah Daerah membentuk tim untuk mengatasi permasalahan ini. Tim yang terbentuk adalah gabungan dari Dinas Perkim, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kecamatan dan Kelurahan.

“Saat itu kami memberikan rekomendasi agar pihak pengembang mengembalikan fungsi sungai lama dengan melebarkan sungai 2,5 meter kanan dan kiri sungai,” ujarnya. Dan saat ini pihaknya akan melakukan koordinasi kembali dengan tim untuk menindaklanjuti permasalahan ini. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved