Berita HSS

Dapat Dukungan Dinas Perikanan, Arniah Pembuat Cookies Ikan Haruan Belum PeDe Kembangkan Usaha

Ikan gabus, atau haruan tak hanya bisa diolah menjadi rabuk (abon) dan kerupuk. Tapi ternyata juga bisa untuk cookies atau kue kering.

Dapat Dukungan Dinas Perikanan, Arniah Pembuat Cookies Ikan Haruan  Belum PeDe Kembangkan Usaha
istimewa
Cookies haruan, produksi Arniah, warga Desa Paring Agung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Ikan gabus, atau haruan tak hanya bisa diolah menjadi rabuk (abon) dan kerupuk. Tapi ternyata juga bisa digunakan sebagai bahan pembuat cookies atau kue kering.

Rasanya pun menjadi khas dan gurih. Adalah Arniah (35), perempuan dari Desa Paring Agung, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang berhasil membuat kue kering kreasi baru berbahan lokal tersebut.

 Arniah, yang pernah mengikuti lomba memasah ikan olahan tersebut pernah menjadi juara III lomba kreasi makanan tersebut yang diselenggarakan DInas Perikanan HSS, dua tahun lalu.

“Waktu itu diminta aparat desa di sini mewakili mengikuti loma tersebut. Tak menyangka, ide dan kreasi saya digemari, walaupun hanya dapat juara III,”kata Arniah ditemui di rumahnya Kamis (4/7/2019).

Baca: Petak Pasar Berpindah Tangan, PD Pasar Segera Lakukan Hal Ini

Baca: Api Berkobar di Dapur, Bahrin Baru Terbangun Saat Dengar Suara Gemuruh

Baca: Senjata Ani Yudhoyono Diungkit Menantu SBY, Annisa Pohan Ungkap Fakta Melalui Postingan Instagram

Baca: Kedapatan Bawa 2 Paket Kecil Sabu, Satresnarkoba Polres Kapuas Amankan Dua Sekawan

 Sejak ikut lomba tersebut dengan kreasi cookies ikan haruan, pesanan kue tersebut sering dia terima. Selain dari masyarakat sungai raya, juga dari jajaran perintahan HSS, khususnya dinas Perikanan.

“Biasanya kalau ada expo, banyak pesanan. Di luar itu, pesanan dari masyarakat yang sudah pernah menyicipi cookies haruan. Pesanan meningkat menjelang lebaran,”tutur Arniah, yang juga pedagang gula merah di pasar Kandangan.

Dijelaskan, cookies haruan merupakan kue kering berbahan tepung, gula, telur dan mentega ditambah rabuk haruan.

Bahan tersebut dicetak secara manual dengan menggunakan sendok makan. Selanjutnya dimasukkan dalam oven.

Untuk satu kilogram tepung, komposisi ikan haruannya 250 gram ikan yang sudah dijadikan abon, atau dalam bahasa Banjarnya, rabuk.

 Satu kilogram kue kering haruan tersebut dijual Rp 100 ribu per kilogram. Meski kue jenis tersebut banyak penggemarnya, Arniah mengaku belum berniat mengembangkan usaha kuenya tersebut.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved