Berita Banjarmasin

Dewan Minta Pertamina Segera Usut Beredarnya Tabung LPG Diduga Palsu di Kalsel

Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, H Riswandi meminta Pertamina dibantu Kepolisian untuk segera lakukan penelusuran dugaan tabung LPG palsu

Dewan Minta Pertamina Segera Usut Beredarnya Tabung LPG Diduga Palsu di Kalsel
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
(kiri) Tabung LPG 3kg yang sudah lama beredar dan (kanan) tabung LPG 3kg baru berwarna hijau lebih gelap 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak Bulan April 2019 lalu, beberapa pengelola pangkalan gas LPG di Kota Banjarmasin mendapati tabung-tabung LPG 3 kg yang diduga agak berbeda dibanding tabung yang sudah biasa beredar.

Terkait hal ini, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel melalui Sekretaris Komisi, H Riswandi meminta Pertamina dibantu Kepolisian untuk segera lakukan penelusuran.

Jika benar ditemukan bahwa ada tabung-tabung LPG yang bukan diproduksi Pertamina, menurutnya harus ada tindakan segera untuk memberikan kepastian kepada masyarakat.

Pasalnya ini dinilai hal yang krusial karena LPG apalagi 3 kg merupakan komoditi yang digunakan masyarakat luas.

"Ya harus ditindak pemalsunya dan Pertamina harus tegas. Untuk aparat penegak hukum segera di eksekusi sesuai aturan siapapun pelakunya," kata H Riswandi.

Baca: OJK Hentikan 140 Fintech Peer to Peer lending dan 43 Entitas Penawaran Investasi Ilegal di Kalsel

Baca: Pakai Narkoba, 4 Mahasiswa Perguruan Tinggi di Palangkaraya Ini Ditangkap Polisi, Ngaku Diajak Teman

Baca: Sosok Pengacara Top yang Tolak Bela Galih Ginanjar Melawan Fairuz A Rafiq yang Dibela Hotman Paris

Baca: Perubahan Wajah Muzdalifah Pasca Abaikan Sakit & Berkorban Demi Fadel Islami, Ini yang Terjadi

Ditambahkan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Suwardi Sarlan, jika benar ada peredaran tabung LPG yang diduga palsu di Kalimantan Selatan (Kalsel) maka tak hanya berpotensi merugikan secara materiil tapi juga imateriil.

Pasalnya menurut Politisi PPP ini, tabung palsu jika diterima oleh pangkalan akan merugikan karena tak dapat ditukarkan untuk melakukan refil.

Sedangkan secara imateriil, jika tabung diduga palsu tersebut tidak sesuai spesifikasi resmi Pertamina tentu timbul resiko keamanan yang bahkan bisa mengancam keselamatan masyarakat.

Suwardi meminta kepada Pertamina bekerjasama dengan Pemerintah Daerah khususnya Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat agar mengenali tabung LPG 3kg yang asli yang diproduksi Pertamina.

"Diinfokan dulu ke masyarakat supaya mudah kenali mana tabung yang asli dan benar dari Pertamina, jadi masyarakat bisa hindari membeli LPG yang diduga palsu," kata Suwardi.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved