Berita Tapin

Gawat TPA Tapin di Desa Hatiwin Over Kapasitas, Dampaknya Limbah Cemari Lingkungan Dua Desa

Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin kondisi sudah hampir penuh.

Gawat TPA Tapin di Desa Hatiwin Over Kapasitas, Dampaknya Limbah Cemari Lingkungan Dua Desa
banjarmasinpost.co.id, mukhtar wahid
H Hanafi Gobeth, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin kondisi sudah hampir penuh.

Ketinggian tumpukan sampah dari bibir tanggul sudah mencapai kurang dari delapan meter. Itu berarti ancaman jebol tanggul atau longsoran sampah bisa terjadi.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, H Hanafi Gobeth dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Kamis (4/7/2019) tak membantah.

Menurutnya, setiap hari produksi sampah yang ditimbun di TPA Tapin di Desa Hatiwin, Kecamatan Tapin Selatan, sekitar 25 ton.

Baca: Aksi Pencurian Lampu PJU Digagalkan, Kapolres Kapuas Sebut Perbuatan Dua Tersangka Rugikan Negara

Baca: Digerebek Polisi, Pebalap Liar di Banjarmasin Langsung Kocar-Kacir, 4 Pelajar dan Motor Diamankan

Baca: Selain PTDH Tiga Oknum, Polda Kalsel Juga Berikan Penghargaan Kepada Para Personel Ini

"Diperkirakan areal lahan seluas 1,5 hektare itu sudah tak dapat lagi menampung sampah produksi masyarakat di Kabupaten Tapin pada akhir 2019 Ini," katanya.

Lantas bagaimana Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin mengantipasi jika TPA Tapin itu over kapasitas?

Hanafi Gobeth mengaku sesuai desain perencanaan pengelolaan persampahan, harus ada pembuatan landfil baru atau parit baru untuk menimbun sampah.

Saat ini, landfil yang ada sudah tidak mampu menampung sehingga menimbulkan timbunan melebihi tanggul.

"Masih ada areal landfil seluas 6,5 hektare di kawasan TPA Hatiwin. Itu sudah kami usulkan sejak 2016 lalu hingga usulan 2019 ini kepada Satker Kementerian Pekerjaan Umum," katanya.

Baca: Produk Kerajinan Tapin Sedot Perhatian Peserta Harganas 2019

Baca: Periksa Lima Pegawai Pemkab Banjar, Begini Penjelasan Kejari

Jika landfil seluas 1,5 hektare ini dilaksanakan menampung sampah dari tiga tempat, yaitu Rantau, Tambarangan dan Binuang, dikhawatirkan jebol hingga mencemari lingkungan.

"Lingkungan yang tercemar itu paling dekat Desa Hatiwin di Kecamatan Tapin Selatan dan Desa Salam Babaris di Kecamatan Salam Babaris," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved