Dugaan Beredar Tabung Gas LPG Palsu

Hindari Produk Tabung Tak Standar, Partamina Sarankan Warga Banjarmasin Beli LPG di Pangkalan

Beberapa pengusaha pangkalan elpiji di Kota Banjarmasin belakangan ini diresahkan oleh beredarnya tabung gas tiga kilogram yang sedikit berbeda.

Hindari Produk Tabung Tak Standar, Partamina Sarankan Warga Banjarmasin Beli LPG di Pangkalan
capture/banjarmasin post
Banjarmasin Post edisi Cetak Kamis, 4 Juli 2019, Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Untuk menghindari produk tabung LPG tak tandar, PT Pertamina meminta masyarakat membeli LPG langsung di pangkalan resmi untuk memastikan mendapatkan produk yang sesuai standar Pertamina.

“Jangan membeli tabung kosong di pasaran,” kata Region Manager Communication & CSR Kalimantan, Heppy Wulansari, ketika dikonfirmasi masalah dugaan beredarnya tabung palsu di Banjarmasin dan beberapa daerah di Kalsel.

Beberapa pengusaha pangkalan elpiji di Kota Banjarmasin belakangan ini diresahkan oleh beredarnya tabung gas tiga kilogram yang sedikit berbeda.

Perbedaan paling kentara terlihat pada warna tabung. Warna hijaunya lebih gelap.

Menurut pemilik pangkalan di Jalan Veteran Banjarmasin, Adi, sambungan lasnya juga tak rapi. Permukaan tabung juga kasar.

Walau tidak menyimpulkan bahwa tabung tersebut merupakan tabung palsu, Adi mengaku sebisa mungkin tidak menerima jika ada pembeli yang membawa tabung tersebut untuk ditukar saat pembelian. Itu karena Adi tak ingin mengambil resiko ditolak agen karena ternyata tak sesuai standar Pertamina.

Baca: Dugaan Ada Tabung Gas LPG Palsu Beredar di Kota Banjarmasin, Ini Kata Ketua YLKI Kalsel

Baca: Pengalaman Pemilik Pangkalan di Tapin Dapat Tabung LPG 3 Kg Tak Standar, Agen Tak Menerima

Baca: Adi Curigai Tabung Berlas Kasar, Pangkalan Tolak Tabung LPG 3 Kg Berwarna Hijau Gelap

Jika sampai tak diterima agen, otomatis pihaknya harus menanggung kerugian. Harga satu tabung tiga kilogram baru di agen beserta isinya saat ini lebih dari Rp 150 ribu.

“Mungkin bukan tabung palsu, tapi tabung yang baru masuk Kalsel. Pernah kami coba keluarkan sisa angin di dalam tabung ternyata masih bau cat. Jadi saya cari aman saja yakni sebisa mungkin tidak menerima tabung itu,” kata Adi.

Adi mengaku pertamakali mendapatkan tabung yang tak biasa itu sekitar April 2018 dari pembeli.

Masalah ini juga disampaikan pemilik Pangkalan Riduan di Jalan Rantauan Darat, Banjarmasin Selatan. Rahman, Senin (1/7) sore, membenarkan beredarnya tabung elpiji tiga kilogram yang diduga palsu. Dia pun mengungkapkan ciri-ciri yang dikatakan Adi.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved