Berita HSS

Perempuan Desa Bayanan Ini Tertangkap Bawa 600 Butir Dextro, Ini Efeknya Jika Dikonsumsi

Seorang perempuan desa bernama Saniah (36)ditangkap anggota POlsek Daha Selatan, karena kedapatan saat hendak menjual dextro

Perempuan Desa Bayanan Ini Tertangkap Bawa 600 Butir Dextro, Ini Efeknya Jika Dikonsumsi
Dari Humas Polres HSS untuk BPost
Barang bukti 600 butir dextro yang disita dari tersangka Saniah (36), warga Desa Bayanan, Kecamatan Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Rabu 4 Juli 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Penyalahgunaan obat keras daftar G kembali terungkap. Kali ini, jenis obat batuk dextromertophen atau biasa disebut dexro.

Kali ini, tersangka pengedarnya adalah seorang perempuan desa bernama Saniah (36). Dia ditangkap anggota POlsek Daha Selatan, karena kedapatan saat hendak menjual, atau mengedarkan obat jenis tersebut di Pelabuhan Semangka, Desa Bayanan, Kecamatan Daha Selatan, HUlu Sungai Selatan, Rabu 3 Juli 2019, pukul 16.30 wita.

 Kapolres HSS AKBP Dedy eka Jaya, melalui Kasubbag Humas Polres HSS Iptu Sugandhi Ranu, Kamis (4/7/2019) menjelaskan, tersangka yang juga warga Rt 003 Desa Bayanan Kecamatan Daha Selatan tersebut tertangkap tangan membawa 600 butir obat dexto, serta uang tunai Rp 142.000 yang dimasukkan dalam sebuah tas warna merah muda.

 “Saat itu tersangka sedang berada di pelabuhan, diduga jual beli obat dexro. Saat dilakukan pemeriksaan di TKP, barang bukti ditemukan di sela tumpukan pisang yang dijualnya,”kata Gandhi.

Baca: Bukan Ivan Gunawan & Shaheer Sheikh! Ayu Ting Ting Hengkang dari Pesbukers, Pria Ini Diserbu Netizen

Baca: Pengrajin Batu Permata Dilatih Hadapi Revolusi Industri 4.0, Manfaatkan Media Sosial

Baca: Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Embarkasi Banjarmasin, Ada Kloter Kalsel & Kalteng Digabung

Baca: Cantik Mana? Ashanty dan Krisdayanti Saat Tanpa Make Up, Cek Cara Perawatan Mantan Anang Hermansyah

Atas temuan barang bukti tersebut, tersangka dibawa ke Mapolsek Daha Selatan, untuk diproses secara hukum. Dijelaskan, penyelidikan dan penggeledahan terhadap tersangka sebelumnya dipimpin Kapolsek Daha Selatan, Iptu Hilmi Wansyah.

 Sebelumnya, kapolsek dan anggotanya menerima informasi masyarakat bahwa ada warga yang menjadi pengedar obat dexro.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyeldikan dan pengintaian terhadap tersangka.

“Saat ada di pelabuhan, tersangka digeledah hingga ditemukan obat tersebut di anara tumpukan pisang,”kata Sugandhi.

 Obat-obatan yang masuk golongan obat keras seperti dexromertophen tersebut sering disalahgunakan dan diperjualbelikan di kalangan masyarakat.

Namun, penggunaannya  bukan untuk tujuan kesehatan atau pengobatan sebagaimana fungsinya yaitu untuk meredakan batuk akibat infeksi dan flu dan sinusitis.

 Obat tersebut malah sering digunakan untuk tujuan teler atau mabuk karena juga punya efek samping berhalusinasi bagi penggunanya jika over dosis.

Baca: Perasaan Hilda Vitria Saat Hadiri Sidang Putusan Kriss Hatta, Mantan Billy Syahputra Bilang Ini

Baca: OJK Hentikan 140 Fintech Peer to Peer lending dan 43 Entitas Penawaran Investasi Ilegal di Kalsel

Baca: Pakai Narkoba, 4 Mahasiswa Perguruan Tinggi di Palangkaraya Ini Ditangkap Polisi, Ngaku Diajak Teman

Tak hanya itu, efek lainnya, seperti dikutif hello sehat.com juga bisa menimbulkan kejang-kejang, hingga koma.

Selain dexro, obat jenis lainnya yang sering disalahgunakan di kalangan mereka yang suka teller di HSS  adalah seledryl.

Kedua jenis obat tersebut disalahgunakan seiring menghilangnya obat zenith atau charnophen yang sebelumnya sering disalahgunakan. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved