Berita Tapin

Besok Haul ke-14 Tuan Guru Cangkring Rantau Tapin, Panitia Siapkan 3000 Nasi Bungkus

Sebanyak 3000 nasi bungkus disiapkan panitia pelaksana Haul ke 14 Guru Cangkring bagi jamaah haul yang hadir.

Besok Haul ke-14 Tuan Guru Cangkring Rantau Tapin, Panitia Siapkan 3000 Nasi Bungkus
istimewa
KH Ali Noordin Gazali atau Tuan Guru Cangkring semasa hidupnya. Warga memasak untuk menjamu tamu yang hadiri acara haul Guru Cangkring 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Sebanyak 3000 nasi bungkus disiapkan panitia pelaksana Haul ke 14 Guru Cangkring bagi jamaah haul yang hadir.

Acara haul berlangsung di ruang induk Masjid Darussalam, Jalan Kesehatan, Kelurahan Rantau Kanan, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (6/7/2019) sekitar pukul 08.00 Wita.

Amrullah, relawan haul Guru Cangkring menjelaskan kegiatan haul rutin dilaksanakan setiap tahunnya dan melibatkan sejumlah warga Cangkring di Kelurahan Rantau Kanan, Kecamatan Tapin Utara.

"Warga Cangkring bergotong-royong menyiapkan konsumsi bagi jamaah haul ke 14 Guru Cangkring, terutama di Jalan Kesehatan dan di Jalan Darusalamah," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Jumat (5/7/2019).

Guru Cangkring adalah panggilan akrab KH Ali Noordin Gazali merupakan tokoh agama yang disegani di wilayah Kabupaten Tapin.

Baca: Daftar Pabrik Uang Ashanty & Anang Hermansyah Sebelum Ibu Sambung Aurel Itu Digugat Rp 9,4 Miliar

Baca: Warga Kapuas Curi Handphone di Play Station, Aksinya Terungkap dari CCTV

Baca: Datangi SMAN 1 Banjarbaru, Nabila dan Aliya Pastikan Namanya Tertera di Papan Pengumuman PPDB

Baca: Klasemen Liga 1 2019 Setelah Persebaya vs Persib Berakhir 4-0, Persib - Persija Bersebelahan

H Jumai, anak ke 6 almarhum Guru Cangkring mengaku riwayat hidup ayahnya dari kecil sampai wafatnya KH Ali Noordin Gazali sudah ditulis dan dibacakan saat peringatan haul.

Riwayat singkat tuan guru KH Ali Noordin bin KH Gazali bin Bulayah bin Amin bin Thoher adalah, nama sewaktu kecil adalah  Ilmy  yang lahir di di kampung Lumbu Raya, Rantau, 12 November 1936 M bertepatan 14 Ramadhan 1355 H malam Sabtu.

Nama ayahnya adalah KH. Gazali Bin Bulayah, dan nama ibunya adalah Hajjah Zahrah Binti H. Shaleh. Nama ‘Ilmy yang diberikan oleh Ayahnya sejak lahir hanya bertahan sampai sekolah kelas 4 (SR).

Pada waktu ayahnya ke Martapura, diajak ikut silaturahmi kerumah Tuan Guru di Martapura,
Nama Tuan Guru tersebut adalah Al Alim Al Allamah Tuan Guru KH. Abdul Qodir Hasan (Guru Tuha).

Setelah sampai di rumah Tuan Guru Al Alim Al Allamah Tuan Guru KH. ‘Abdul Qodir Hasan
bertanya kepada beliau : Siapa nama kamu ?
lalu beliau menjawab :
Nama Saya Ilmy, lalu kata Guru tadi :
Nama yang cocok untukmu adalah Ali Noordin, nama itu nanti
akan membuat kamu jadi orang yang Alim yang dihormati.

Lalu setelah pulang dari rumah Tuan Guru Tuha di Martapura, nama beliau diganti menjadi Ali Noordin, sampai sekarang.

Maka setelah lulus sekolah rakyat (SR), Beliau lebih dikenal dengan Nama Ali Noordin daripada nama
Ilmy, karena sesuai dengan Ijazah (SR) yang dimiliki.

(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved