Berita Kotabaru

Dianggap Ditempatkan di Lokasi Tidak Strategis, Pedagang Pasar Kemakmuran Ungkapkan Ini

Ratna pedagang kosmetik ini kecewa. Dia bersama teman-temannya sangat kecewa dengan penempatan penampungan Blk B yang ditempatkan di samping Limbur

Dianggap Ditempatkan di Lokasi Tidak Strategis, Pedagang Pasar Kemakmuran Ungkapkan Ini
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Pedagang di Pasar Kemakmuran yang masih bertahan tidak pindah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU -  Blok F Pasar Kemakmuran Kotabaru yang sempat mengalami kebakaran kini sudah dikosongkan untuk dibangun kembali. Dibangunan bertingkat tersebut yang masih sempat diisi pedagang, kini sudah kosong.

Mereka kini membangun bangunan sementara dengan biaya sendiri di tempat penampungan di sejumlah titik. Di antaranya di area Pasar Limbur, belakang Pasar Limbur, tempat penampungan sementara di blok D samping pasar sayur.

Namun, penempatan di sejumlah titik diakui pedagang tidak pas. Sebab, penempatan tidak merata dan sebagian mendapatkan tempat yang dinggap strategis seperti di kawasan Pasar Limbur Kotabaru.

Misalnya saja, korban kebakaran di Blok F, Ratna pedagang kosmetik ini mengaku kecewa. Dia bersama teman-temannya sangat kecewa dengan penempatan penampungan Blok B yang ditempatkan di samping Limbur.

Sementara mereka yang jelas menjadi korban kebakaran itu justru mendapatkan tempat penampungan lama samping pasar sayur.

Baca: Sifat Asli Ahmad Dhani Diungkap Karyawan RCM, Beda Saat Dul Jaelani Minggat ke Rumah Maia Estianty

Baca: Gadis Cantik Martapura ini Dukung Penghapusan Jamban Apung, Begini Saran Pendapatnya

Baca: Halal Bihalal Keluarga Besar Kemenag Kapuas, ini Harapan untuk ASN

Baca: Kuota Calon Peserta Didik Baru di SMAN 1 Tapin Tak Terpenuhi, Pendaftar 100 Persen Diterima

"Kami dari pedagang blok F sangat kecewa atas penempatan penampungan blok B ke samping limbur, karena dulunya kami mengusulkan penampungan blok F pasca kebakaran disamping limbur tidak disetujui. Kami anggap pengelola pasar tidak adil dan tidak bijaksana dalam mengambil keputusan, efeknya akan menimbulkan konflik antara pedagang blok f dan blok b, " kata Hj Ratna.

Sementara itu, pedagang Blok B yang saat ini masih bertahan meski sudah diminta untuk pindah juga sebagian tak kunjung pindah. Misalnya saja Nur Hamisah dan kawan-kawan. Pedagang baju ini enggan pindah lantaran lokasi mereka sudah dianggap pas.

Bahkan dilokasi mereka itu, persis disamping bangunan yang akan dibongkar untuk bangunan yang baru. Dimana saat ini, pihak kontraktor sedang proses pemagaran seng. Sehingga tak ada jarak bagi pedagang dan membahayakan diri mereka.

"Kita mencari makan juga, jangan dihancur itu harapan kami, kalau kami pindah kepenampungan, tempatnya kecil dan akan susah orang memilih baju-baju, " katanya dengan mata berkaca-kaca.

Dia berharap tidak pindah dan tetap berjualan d isana. Meski mepet dengan pagar seng yang sedang dipasang. Dia menginginkan agar Blok B yang ditempati tidak digusur.

Halaman
12
Penulis: Man Hidayat
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved