Aksi Cepat Tanggap

Dibantu MRI-ACT Kalsel, Ira Bisa Wujudkan Cita-Cita Melanjutkan Sekolah

Niat besar Ira untuk melanjutkan sekolah SMP ternyata tak mendapat restu. Orang tuanya, tidak mengizinkannya untuk mewujudkan keinginannya itu

Penulis: Royan Naimi | Editor: Hari Widodo
ACT Kalsel
Ira Tersenyum bahagia karena bisa mewujudkan keinginannya melanjutkan sekolah 

 "Saya ingin Ira tetap sekolah, tapi kami tidak punya biaya. Sedangkan bapaknya sudah satu bulan sejak Ramadan tidak melaut. Cuaca sedang tidak baik," kata Nahriah.

 BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU – “Bude, Saya ingin sekolah,” tangis Ira. Keinginan ini Ira sampaikan kepada Founder Rumah Belajar Desa Rampa Wahyuningsih dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kotabaru, dua pekan yang lalu, Jumat (21/6/2019).

Niat besar Ira untuk melanjutkan sekolah SMP ternyata tak mendapat restu. Orang tuanya, tidak mengizinkannya untuk mewujudkan keinginannya itu.

 "Saya ingin Ira tetap sekolah, tapi kami tidak punya biaya. Sedangkan bapaknya sudah satu bulan sejak Ramadhan tidak melaut, cuaca sedang tidak baik," cerita Nahriah, Ibu Ira mencurahkan keluh kesahnya begitu ditemui tim MRI-ACT.

Menurut Nahriah, perlu biaya Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta untuk mendaftar SMP.

 Ria Ira Wati. Demikian nama bocah itu. Ia adalah salah satu anak Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara, yang juga aktif mengikuti kegiatan Rumah Belajar binaan MRI-ACT di Kotabaru.

Setiap pekan, para relawan melakukan pendampingan belajar kepada Ira dan 40 anak lainnya.

 Kehidupan nelayan di Desa Rampa memang cenderung memprihatinkan. Banyak dari mereka yang terlilit hutang karena hasil laut yang tak tentu. Akibatnya, anak-anak mereka terpaksa putus sekolah karena keluarga tidak punya biaya. 

 “Kebanyakan anak laki-laki membantu orang tua bekerja ke laut. Yang perempuan kebanyakan dinikahkan,” ungkap Wahyuningsih. 

MRI – ACT Kalimantan Selatan pun berikhtiar membantu sejumlah anak. Saat ini, Ira menjadi anak didik yang diikhtiarkan melanjutkan sekolah. Tim relawan mendaftarkan Ira ke SMP sekaligus membeli perlengkapan sekolah pada Jumat (28/6/2019).

 “Terima kasih kakak-kakak,” ucap Ira, masih dengan senyum lebar di wajah, kepada tim MSR - ACT Kalsel.

Tangis Ira kini berubah tawa. Sumringah wajahnya menunjukkan seragam putih biru dan sepasang sepatu baru. Nahriah, sang ibu juga tidak kalah bahagia.

“Alhamdulillah terima kasih banyak atas bantuan ACT anak saya bisa sekolah SMP,” ungkapnya.  

 MRI-ACT Kalsel sudah mendampingi anak-anak Desa Rampa sejak April 2019 silam.

Ira senang bisa melanjutkan pendidikan yang dicita-citakannya
Ira senang bisa melanjutkan pendidikan yang dicita-citakannya (ACT Kalsel)

“Alhamdulillah kami sudah secara rutin mengajar di Rumah Belajar, menjaga semangat anak-anak di sana untuk terus menggantungkan cita setinggi-tingginya,” jelas Ketua MRI Kotabaru Hamas Al Qasam.

Hamas berharap puluhan anak yang saat ini mereka dampingi bisa mengenyam pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. 

 Selain membantu anak-anak agar tidak putus sekolah, ACT Kalsel juga akan membantu renovasi Rumah Belajar milik Wahyuningsih.

“Alhamdulillah donasi sudah mulai terkumpul, semoga dalam waktu dekat kami bisa memperbaiki tempat belajar anak-anak,” lanjut Hamas. (AOL)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved