Berita Banjarbaru

Hadapi Permasalahan Remaja, Ini Kata Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo

Permasalahan remaja pada saat ini merupakan permasalahan yang sangat kompleks.

Hadapi Permasalahan Remaja, Ini Kata Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo
Dari Humas BKKBN RI untuk BPost
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dan jajaran bersama Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di acara pembukaan GenRe di Kiram Park Kabupaten Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Permasalahan remaja pada saat ini merupakan permasalahan yang sangat kompleks.

Selain juga rentan dalam penyalahgunaan Narkotika dan Zat Adiktif (Napza), serta kenakalan remaja lainnya, seperti seks pranikah, narkoba, yang mengancam juga akan terjadinya pernikahan dini.

Padahal jelas-jelas pernikahan dini menempatkan remaja putri dalam resiko tinggi terhadap kehamilan dini dan kehamilan tidak diinginkan, dengan konsekuensi ancaman kehidupan.

Pencegahan pernikahan dini akan membantu penurunan resiko infeksi pada saat melahirkan bahkan ‘ancaman’ kematian pada saat ibu melahirkan serta bayi cacat lahir.

Bila trend ini terus berlanjut, 142 juta remaja putri akan melakukan pernikahan sebelum mereka berusia 18 tahun sebelum tahun 2020. Hal ini berarti 14,2 juta remaja putri melakukan pernikahan setiap tahun atau 39.000 setiap hari.

Baca: Satpol PP Gelar Donor Darah, ASN di HSU Antri Sumbangkan Darah

Baca: Warga Kapuas Curi Handphone di Play Station, Aksinya Terungkap dari CCTV

Baca: Zonasi Tak Pengaruhi Sekolah Favorit, SMAN 3 Kandangan Tunggu Siswa Limpahan

Baca: Kenekatan Roy Kiyoshi Lakukan Ini pada Bagian Wajahnya Diungkap ke Melaney Ricardo, Imbas Depresi?

Berdasarkan data RPJMN 2017 menunjukkan bahwa usia kawin pertama pada kelompok umur 15 - 19 tahun di Provinsi Kalimantan Selatan pada angka 40 sedangkan angka di nasional 33 tahun 2017, sedangkan target Provinsi Kalsel pada tahun 2018 adalah 36.

Sementara itu data usia kawin petama perempuan (UKP) di Provinsi Kalimantan Selatan masih di angka 19 tahun, sedangkan untuk target nasional tahun 2018 adalah 19,8. Padahal angka rata-rata UKP di tingkat nasional adalah 21 tahun, hal ini menunjukkan perlu bahwa ASFR dan UKP di kalsel masih dibawah rata-rata nasional.

Karenanya, menurut Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, BKKBN harus bekerjasama dengan berbagai lembaga pemerintah maupun mitra kerja lain seperti BNN, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepolisian, dan LSM (PKBI, Citra Mitra Remaja, Youth Centre, Granat,dll) termasuk juga pemerhati remaja telah melakukan berbagai upaya melalui berbagai program dan lintas sektor.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, berujar, remaja merupakan individu-individu calon pasangan yang akan membangun keluarga dan calon orangtua bagi anak-anak yang dilahirkannya sehingga perlu disiapkan agar memiliki perencanaan dan kesiapan berkeluarga.

Kesiapan berkeluarga merupakan salah satu kunci terbangunnya ketahanan keluarga dan keluarga yang berkualitas sehingga diharapkan mampu melahirkan generasi yang juga berkualitas.

Karena itu, kata dia, sejak tahun 2007 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) telah menginisiasi pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR). Hal itu dilakukan untuk menghindari perilaku anak yang negatif.

Program itu seiring waktu namanya kemudian berkembang menjadi PIK Remaja/Mahasiswa (PIK-R/M). Tidak lain itu dibuat dalam rangka Pembinaan Ketahanan Remaja sebagai bagian dari upaya Pembinaan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga serta Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.

Baca: Tabrakan di Desa Keramat Kabupaten Banjar, Satu Orang Meninggal Dunia

Baca: Semester I 2019, Penjualan Emas Antam di Banjarmasin Capai 105 Kg

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo berharap Remaja merupakan individu-individu calon penduduk usia produktif yang pada saatnya kelak akan menjadi subjek/pelaku pembangunan sehingga harus disiapkan agar menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dan jajaran bersama Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di acara pembukaan GenRe di Kiram Park Kabupaten Banjar
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dan jajaran bersama Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di acara pembukaan GenRe di Kiram Park Kabupaten Banjar (Dari Humas BKKBN RI untuk BPost)

Untuk diketahui Kegiatan GenRe (Generasi Berencana) Educamp 2019 di Kiram, Banjarbaru diikuti oleh 192 remaja dari seluruh Indonesia hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor serta Ketua Tim Penggerak PKK Pusat Ibu Tjahjo Kumolo.

Sementara, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin juga menganjurkan warga untuk berupaya untuk menghindari pernikahan dini, karena itu sudah jelas akan lambat sejahtera dalam kedidupannya. "Biasanya kalau tidak matang persoalan pernikahan, ini kesiapan berkeluarga akan terganggu, dan kurang sejahtera," kata Paman Birin. (banjarmasinpost.co.id /nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved