Berita Kotabaru

Khilafatul Muslimin Dilarang Sebarkan Ajarannya, Ini Penjelasan Ketua Pakem Kotabaru

Pengurus aliran kepercayaan di Kotabaru yakni Khilafatul Muslimin akhirnya dihadirkan dalam Rapat Kerja Daerah Tim Koordinasi Pakem Kotabaru.

Khilafatul Muslimin Dilarang Sebarkan Ajarannya, Ini Penjelasan Ketua Pakem Kotabaru
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Pengurus aliran kepercayaan Khilafatul Muslimin Saat Jelaskan Organisasinya ke Pakem Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pengurus organisasi aliran kepercayaan di Kotabaru yakni Khilafatul Muslimin akhirnya dihadirkan dalam Rapat Kerja Daerah Tim Koordinasi Pakem (Pengawasan Aliran Kepercayaan masyarakat) Kabupaten Kotabaru.

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan di Aula Kejaksaan Negeri Kotabari dipimpin langsung Ketua Pakem Kotabaru Indah Laila dan anggotanya termasuk MUI, Kemenag, Kesbangpol, TNI Polri dan Intelijen di Kotabaru. Kegiatan itu berlangsung pada Jumat (5/6/19).

Dari kesimpulan pertemuan tersebut, Khilafatul Muslimin yang dihadiri Penanggung Jawabnya atau Umulkuro wilayah sebuku yang berpusat di Pulau Sebuku Kabupaten Kotabaru yakni Ahmad Lamo. Khilafatul Muslimin tak boleh melakukan atau menyebarkan kegiatannya selama izin belum dikeluarkan.

"Khilafatul Muslimin yang disampaikan itu ternyata tidak ada landasan Pancasila dan UUD 1945. Ini juga bersifat organisasi namun tidak ada izinnya, sedangkan pengakuan mereka itu sudah ada selama 8 tahun ini, dan eksis selama dua tahun belakangan, " kata Ketua Pakem Kotabaru Indah Laila yang juga merupakan Kajari Kotabaru.

Baca: Baru Cerai, Tata Janeela Gerebek Rumah Maia Estianty, Anak Asuh Ahmad Dhani Singgung Sang Penggoda

Baca: Roger Danuarta dan Cut Meyriska Kompak Tuliskan Menghitung Hari Hingga Disindir Undangan, Menikah?

Baca: SESAAT LAGI! Link Live Streaming Vidio.com Perseru Badak Lampung FC vs Barito Putera di Liga 1 2019

Baca: Dianggap Ditempatkan di Lokasi Tidak Strategis, Pedagang Pasar Kemakmuran Ungkapkan Ini

Laila juga menyebutkan, pihak Khilafatul Muslimin tidak boleh menyebarkan kepercayaannya atau berdakwa sebelum mengurus izin organisasi di Kesbangpol. Bila masih nekat, makan jajarannya akan rapatkan lagi untuk melakukan tindakan.

"Saat kami tanya kenapa tidak mendaftarkan ke Kesbangpol, pihak Khilafatul Muslimin mengaku tidak tahu. Karena mereka mengaku berlandaskan Alquran dan Hadist. Cuma yang kita lihat, organisasi ini mengarah ke paham radikal alias keras, makanya itu harus kita awasi terus, " katanya.

Laila juga menyebutkan, Khilafatul Muslimin ini juga melakukan aksinya secara gelap-gelapan atau sembunyi-sembunyi. Sebab mereka tak ada izin, makanya sekarang jajarannya meminta untuk mengurus izinnya di Kesbangpol, urusan disetujui tidak setujui lihat nanti.

Baca: Sifat Asli Ahmad Dhani Diungkap Karyawan RCM, Beda Saat Dul Jaelani Minggat ke Rumah Maia Estianty

Baca: Mendaftar di Tiga Sekolah Zonasi, Yudi Bingung Anaknya Malah Tak Lolos

Baca: Tolak Jalur Kekeluargaan, Anang Hermansyah dan Ashanty Pergi ke Brazil Setelah Digugat 9,4 M

"Intinya kita minta tidak melakukan syiar sebelum ada izinnya, " katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ideologi dan Wasbang pada Badan Kesatuan Bangsa Politik Kotabaru, Kaspul Anwar, mengatakan setiap organisasi harus terdaftar dan punya beberapa syarat. Bila memenuhi maka akan dikeluarkan izinnya.

"Selama ini belum ada izin organisasinya makanya tidak dibenarkan, " katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved