Berita Banjarmasin

Begini Upaya Eksekutif dan Legislatif Kalsel Perbaiki Kualitas Air di Banua

Sejak dulu hingga saat ini, aliran sungai di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus menjadi penopang dan bagian tak terpisahkan dari kehidupan

Begini Upaya Eksekutif dan Legislatif Kalsel Perbaiki Kualitas Air di Banua
banjarmasinpost.co.id/acm
Aliran Sungai Barito di Banjarmasin, Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak dulu hingga saat ini, aliran sungai di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus menjadi penopang dan bagian tak terpisahkan dari kehidupan di Banua.

Pemerintah Provinsi Kalsel Bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel terus upayakan perbaikan kualitas sungai-sungai khususnya sungai lintas Kabupaten/Kota di Kalsel.

Hal ini dilakukan dengan penggodokan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran.

Raperda ini terus digodok dan sudah melewati tahap pemandangan umum dari fraksi-fraksi di DPRD Provinsi Kalsel di minggu pertama Bulan Juli 2019.

Dijelaskan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Kalsel, Ikhlas Indar, Raperda ini secara komperhensif disusun utamanya untuk mengendalikan pencemaran air di sungai-sungai di Kalsel.

Baca: Risma Tugaskan Anak Buahnya Dampingi Bocah Korban Pengeroyokan 8 Orang di Surabaya

Baca: Ungkapan Cinta Luna Maya di Kampung Halaman Reino Barack Suami Syahrini, Ada Simbol Cinta

Baca: Nikita Mirzani Balas Telak Syahrini dan Reino Barack yang Pamer Kemewahan Saat Bulan Madu

Baca: Kehamilan Hilda Vitria Bocor Setelah Kriss Hatta Bebas, Sahabat Eks Billy Syahputra Ungkap Ini

Lebih spesifik dibanding Perda Nomor 2 Tahun 2006 sebelumnya, pada Raperda baru ini akan mengatur pemetaan daya dukung dan daya tampung terhadap pencemar sungai-sungai yang ada di Kalsel.

Sehingga dapat mengevaluasi aturan dan izin di tingkat Kabupaten/Kota terkait pembuangan limbah cair ke badan sungai khususnya di sungai-sungai lintas Kabupaten/Kota.

Selama ini menurut Ikhlas, perizinan pembuangan limbah cair yang dikeluarkan pemerintah Kabupaten/Kota belum didasari pada perhitungan tersebut, sehingga pembuangan limbah hanya diatur sesuai baku butuh.

"Diibaratkan air dalam gelas tentu punya ukuran daya dukung dan daya tampung tersendiri terhadap limbah, jadi ini harus diketahui dulu," kata Ikhlas.

Jika sukses diterapkan, Ikhlas optimis bisa menekan atau setidaknya tak memperparah pencemaran sungai yang ada di Kalsel. Dimana saat ini diakuinya tingkat pencemaran sungai di Kalsel secara umum berada di tingkat tercemar sedang.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved