Saraba Kawa

Manfaatkan Pekarangan untuk Toga, Desa Tanta Wakili Tabalong ke Provinsi

Kelompok Asuhan Mandiri Toga Desa Tanta, Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong memiliki program pemanfaatan lahan pekarangan untuk Toga

Manfaatkan Pekarangan untuk Toga, Desa Tanta Wakili Tabalong ke Provinsi
istimewa
Kelompok Asuhan Mandiri Toga Desa Tanta, Kecamatan Tanta memiliki program pemanfaatan lahan pekarangan untuk Tanaman Obat Keluarga (Toga) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Kelompok Asuhan Mandiri Toga Desa Tanta, Kecamatan Tanta  Kabupaten Tabalong memiliki program pemanfaatan lahan pekarangan untuk Tanaman Obat Keluarga (Toga)

Desa Tanta juga mewakili Kabupaten Tabalong dalam lomba asuhan mandiri pemanfaatan toga dan akupresure tingkat provinsi Kalimantan Selatan.

Desa Tanta menjadi salah satu desa yang akan bersaing dengan sembilan kabupaten/kota yang ada di kalimantan selatan.

Risma salah satu warga Desa Tanta mengatakan tanaman obat keluarga yang ditanam di halaman rumah sangat membantu saat dibutuhkan untuk menjadi bumbu masakan atau dibuat berbagai macam jamu.

Ditangan Risma rempah rempah seperti kunyit dan jahe menjadi minuman kesehatan siap minum yang menyegarkan. Kunyit yang mudah untuk ditanam dan tumbuh bisa digunakan untuk membuat minuman kunyit asam.

Pembuatan kunyit asam sangat mudah hanya dengan menghaluskan kunyit dan mengambil sarinya dan ditambahkan air kemudian direbus bersamaan dengan asam jawa.

Perebusan tidak terlalu lama hanya menunggu mendidih kemudian diangkat dan didinginkan dan minuman pun siap untuk diminum.

Begitu juga dengan minuman seperti beras kencur dan jamu pahit yang biasa dibuat dari dan sambiroto yang ditanam di halaman. Jahe merupakan salah satu rempah yang juga tidak ketinggalan untuk dibuat menjadi minuman yang menyegarkan.

"Minuman bisa dinikmati dalam keadaan dibgin atau hangat," ujarnya.

Seperti yang dikatakan oleh Ketua Tim Penilai Asman Toga dan Akupresure Provinsi Kalimantan Selatan, Heru, bahwa sembilan desa tersebut salah satunya adalah desa Tanta.

Dalam penilaiannya, tim provinsi meninjau ke sejumlah rumah yang ada di desa tanta apakah sudah memanfaatkan toga untuk memperindah pekarangan serta apotik hidup bagi kehidupan sehari-hari.

“Pemanfaatan halaman untuk penanaman Toga diharapkan bisa terus berlanjut meskipun tidak mengikuti lomba,” Jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Tanta Rita Nordiani mengatakan dengan adanya lomba ini masyarakat merasa sangat terbantu telah diajarkan pemanfaatan toga dari PKK.

“Masyarakat sanggat senang dengan adanya lomba ini karena bisa melengkapi obat-obatan keluarga yang tradisional, alami dan aman tanpa efek samping, membantu memberikan penghasilan tambahan apabila setiap tanaman dikelola dengan sempurna dan tepat sebagai usaha kecil dan memberikan contoh tentang cara memanfaatkan lingkungan halaman rumah agar lebih bernilai."ujarnya. (AOL)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved