Berita Banjarmasin

Rata-rata Usia Menikah Pertama di Kalsel Masih di Bawah Rata-Rata Nasional

Hingga Tahun 2019, Kalimantan Selatan (Kalsel) masih belum mampu mengikuti perbaikan peningkatan rata-rata usia menikah pertama

Rata-rata Usia Menikah Pertama di Kalsel Masih di Bawah Rata-Rata Nasional
banjarmasinpost.co.id/acm
-Kepala Bkkbn Kalsel, Ina Agustina 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hingga Tahun 2019, Kalimantan Selatan (Kalsel) masih belum mampu mengikuti perbaikan peningkatan rata-rata usia menikah pertama khususnya bagi kaum wanita.

Dimana rata-rata usia menikah pertama nasional sudah alami perbaikan yaitu usia 20 ke atas, sedangkan di Kalsel masih di rata-rata usia 19 tahun.

Hal ini dibenarkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) Provinsi Kalsel, Ina Agustina.

Padahal menurut Ina, bagi wanita, usia menikah pertama yang ideal seharusnya di usia 21 tahun.

Walau tak menyebutkan data statistik secara rinci, namun Ina akui rata-rata usia menikah pertama terendah berada di beberapa Kabupaten di Kalsel utamanya Kabupaten Tapin.

Baca: Kehamilan Hilda Vitria Bocor Setelah Kriss Hatta Bebas, Sahabat Eks Billy Syahputra Ungkap Ini

Baca: Sindiran Bos ANTV untuk Ayu Ting Ting Sejak Lama Hingga Raffi Ahmad Jadi Alasan Hengkang Pesbukers?

Baca: Heboh Nenek Tertangkap Basah Curi Beras, Tangan Diikat, Videonya Jadi Viral, Ini Fakta Sebenarnya

Baca: Resiko Terburuk Raffi Ahmad Tetap Bekerja Meski Sakit Parah, Suami Nagita Slavina Absen Youtube

Mengatasi hal ini, BkkbN Provinsi Kalsel terus lakukan upaya salah satunya dengan lebih intensifkan program Bina Keluarga Remaja.

Karena dalam program ini fokus memberikan pembinaan terhadap keluarga yang miliki remaja dalam keluarganya.

"Kita tau remaja ini miliki permasalahan cukup kompleks, jadi diberikan pemahaman bagi keluarga untuk membina remaja khususnya fokus pada aspek kenakalan remaja dan terutama terkait pencegahan nikah usia dini," kata Ina.

Ina mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapin yang sangat kooperatif bekerjasama dengan BkkbN untuk upayakan tekan angka nikah usia dini.

Bahkan menurut Ina, Pemkab Tapin berinisiatif untuk membangun Monumen Generasi Berencana di Tapin untuk ingatkan masyarakatnya khususnya para remaja untuk bisa merencanakan kehidupan berkeluarga yang lebih ideal.

Sedangkan menurut Kepala BkkbN, Hasto Wardoyo, pencegahan pernikahan usia dini tak cukup hanya dilakukan di lingkungan keluarga tapi juga pada dunia pendidikan.

"Berbicara soal pernikahan dini ini banyak faktor, makanya kalau kita membahas soal pernikahan dini sebenarnya intervensinya bukan hanya di Harganas tapi intervensi di sekolah juga," kata Hasto saat hadiri malam Penghargaan Mitra BkkbN Peringatan Harganas XXVI di Banjarmasin, Kalsel, Jumat (5/7/2019).

Hasto menjelaskan, pihaknya sudah melakukan percontohan di Kabupaten Kulonprogo dengan membuat buku soal kesehatan reproduksi (kespro) dimana di dalamnya juga dibahas soal pencegahan pernikahan dini.

"Yang jelas, kespro masuk sekolah itu penting," kata Hasto.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved