HSU Mantap

Tampilkan Penenun Kain Sarigading, Stand Pemkab HSU Jadi Perhatian Pengunjung

Stand Pemkab HSU menghadirkan penenun kain sarigading yang dimana merupakan kain khas dari kabupaten HSU, Kamis (04/07/2019).

Tampilkan Penenun Kain Sarigading, Stand Pemkab HSU Jadi Perhatian Pengunjung
Pemkab HSU
Stand Pemkab HSU di gelaran Pameran dalam rangka Harganas ke-26 di Perkantoran Gubernur Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Ada yang unik di stand kabupaten HSU, yang biasanya hanya memajang berbagai bahan pangan lokal dan hasil kerajinan lokal, kini menampilkan penenun kain sarigading yang dimana merupakan kain khas dari kabupaten HSU, Kamis (04/07/2019).

Ketua TP PKK HSU dalam wawancaranya mengatakan bahwa untuk stand dari HSU ini sengaja ingin memberikan kesan tersendiri di mata para pengunjung.

Selain memajang hasil produksi kerajinan seperti tas yang terbuat dari Lupu, Enceng Gondok, Purun dan sebagainya, serta berbagai macam kuliner serta olahan pangan lokal, stand Pemkab HSU juga menghadirkan langsung penenun kain sarigading di standnya.

"Kita memang sengaja ingin membuat kejutan, biasanya kan untuk stand kita selalu penuh dengan pengunjung yang ingin mencicipi kuliner dan olahan pangan lokal juga tertarik dengan hasil kerajinan, nah saat ini pada Harganas. Kita tambah lagi satu untuk dipamerkan yakni penenun kain Sarigading, yang dimana mungkin orang saat ini banyak yang tidak tau apa itu kain sarigading, tapi kalau orang tua pasti tau semua,"ujar Anisah.

Stand  Pemkab HSU  Pameran dan gelar dagang pada Harganas ke XXIV
Stand Pemkab HSU Pameran dan gelar dagang pada Harganas ke XXIV (Pemkab HSU)

Dirinya mengatakan untuk penenun kain Sarigading ini sudah sangat sedikit di kabupaten HSU hanya sekitar 7 orang saja,dan keterampilan menenun ini adalah turun temurun.

"Kita memang sengaja membawa penenun asli beserta 2 orang anaknya untuk ditampilkan,dan untuk penenun ini asli dari kabupaten HSU, yakni dari wilayah Kecamatan Sungai Tabukan, saat ini memang sudah sangat langka penenun ini, tertinggal sekitar 7 orang saja di HSU, dan juga keterampilan ini adalah turun temurun,” ujarnya.

Gubernur kalsel,H.Sahbirin Noor ketika berada di stand HSU juga sangat bangga sekali,hal ini dikarenakan kabupaten HSU tetap memegang teguh adat istiadat serta melestarikan kebudayaan serta kearifan lokal.dan dirinya langsung melihat proses penenunan.

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor saat meninjau Stand  Pemkab HSU  Pameran dan gelar dagang pada Harganas ke XXIV
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor saat meninjau Stand Pemkab HSU Pameran dan gelar dagang pada Harganas ke XXIV (Pemkab HSU)

"HSU terus memperhatikan budaya dan kearifan lokal seperti penenun kain sarigading ini, sudah sangat langka sekali, dan juga mungkin anak muda zaman sekarang tidak tahu akan khasiat dari kain ini, kalau zaman dulu, kain ini berfungsi sebagai pengobatan seperti sakit kepala tinggal di ikat ke kepala, atau sakit di bagian mana juga bisa menyembuhkan, seperti terapi saya sangat bangga sekali," ujar Gubernur Kalsel Sabirin Noor.

Tak kalah dengan kain sarigading untuk kerajinan dan olahan hasil pangan lokal juga laris dibeli oleh pengunjung baik dari Wilayah Kalimantan Selatan maupun dari provinsi lain seperti Apam Hambuku, Wadai Duduitan,Tas dari Lupu dan sasirangan.

Stand  Pemkab HSU  Pameran dan gelar dagang pada Harganas ke XXIV
Stand Pemkab HSU Pameran dan gelar dagang pada Harganas ke XXIV (Pemkab HSU)

(Aol)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved