Berita Banjarmasin

KalselPedia : Kejayaan Taksi Kelotok Kuin Tinggal Kenangan

Taksi kelotok yang ada di kawasan Jalan Kuin pada masanya diera tahun 1970 an hingga 2000 an sedikitnya masing-masing dalam dua titik ada 40 unit

KalselPedia : Kejayaan Taksi Kelotok Kuin Tinggal Kenangan
Banjarmasinpost.co.id/jumadi
Tampak antrean taksi kelotok di Sungai Duyung Kuin Banjarmasin tinggal sedikit. Sepinya penumpang dampak dari tutupnya semua perusahaan kayu lapis di Kecamatan Tamban Batola. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seiring dengan perkembangan jaman, masa kerajaan perlahan akan habis dan tinggal kenangan. Seperti halnya masa keemasan atau kejayaan transportasi sungai, taksi kelotok di Kuin Banjarmasin.

Taksi kelotok yang ada di kawasan Jalan Kuin (terdapat dua titik atau lokasi), pada masanya diera tahun 1970 an hingga 2000 an sedikitnya masing-masing dalam dua titik ada 40 buah taksi. Setiap hari tak pernah sepi dari penumpang. Seperti di Sungai Duyung.

Rute taksi kelotok dilakukan di beberapa perusahaan kayu lapis. Pada jamannya sedikitnya ada 6 perusahaan kayu lapis terbesar di Kalsel di Kecamatan Tamban, Kabupaten Batola.

Perusahaan berskala besar itu, seperti PT Barito Pasifik, Tanjung Raya Grup, Daya Sakti Utama serta beberapa perusahaan besar lainnya.

Baca: Lima Kafilah Kalsel Ini ke Final, Kalsel Masuk 5 Besar di STQ XXV Pontianak

Baca: Innalillahi Wainna Illaihi Rojiun, Kabar Duka Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia

Baca: Menyapa 17 kota di Indonesia, Ini Jadwal Indonesia Marketeers Festival 2019 di Banjarmasin

Baca: Susah Hilangkan Rasa Pedas di Mulut, Ternyata Minum Susu Bisa Jadi Penawar

Banyak keuntungan mengapa perusahaan kayu lapis berada di tepian Sungai Barito, pertama mudah memilirkan bahan baku kayu log dari tempat asal penebangan hingga sampai ke perusahaan.

Kedua mudah untuk membawa kayu lapis ke luar negeri melalui Sungai Barito menggunakan tongkang, dan selanjutnya looding ke kapal asing yang menunggu labuh jangkar di Muara Tabunio, Kabupaten Tanah Laut.

Lokasinya berada di tepian Sungai Barito dan persis di seberang Kuin dan Alalak, Kecamatan Banjarmasin Utara dan Barat. Sehingga ribuan karyawan turut bekerja di perusahaan tersebut.

Hampir 60 persen, karyawan yang bekerja di beberapa perusanaan kayu lapis tinggal di Banjarmasin, sehingga dalam sehari tiga kali karyawan berangkat kerja dengan menggunakan jasa penyeberangan kelotok.

Sisanya 40 persen karyawan kayu lapis adalah warga Tamban Batola dan selebihnya tinggal di mes. Dengan adanya perusahaan kayu lapis, kala itu, perputaran ekonomi mengalami peningkatan drastis.

Seperti berdirinya beberapa warung makan dan kios di dua titik Jalan Kuin, adanya parkir kendaraan roda dua. Hampir semua karyawan kayu lapis yang memiliki sepeda motor, melakukan kredit dengan jaminan perusahaan.

Halaman
12
Penulis: Jumadi
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved